Kerusuhan di tambang Afrika Selatan meluas

Rabu, 05 September 2012 - 10:22 WIB
Kerusuhan di tambang...
Kerusuhan di tambang Afrika Selatan meluas
A A A
Sindonews.com - Kerusuhan kembali pecah di tambang emas Marikana, Lonmin, dekat Johannesburg, kemarin. Polisi Afrika Selatan (Afsel) menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan para penambang yang menggelar mogok kerja.

Pemilik tambang Gold One International Ltd menyatakan, sekitar 60 pekerja di lokasi tambang Modder East menggelar mogok kerja tanpa izin. Mereka menghalangi setengah karyawan yang ingin melapor untuk sif kerja mereka. “Kelompok itu menolak dibubarkan.

Kepolisian Afsel kemudian menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan penambang yang menggelar mogok kerja,” ungkap pernyataan Gold One International Ltd, dikutip Reuters.

Juru bicara kepolisian Pinky Tsinyane menjelaskan, empat orang terluka dalam insiden tersebut. Menurut dia,bentrok terjadi antara penjaga keamanan, penambang,dan bekas penambang.

“Polisi sedang menyelidiki satu kasus upaya pembunuhan.

Kami memahami bahwa para mantan penambang menyerang para penambang yang datang untuk bekerja pagi ini,” kata Tsinyane yang menyatakan, empat orang telah ditahan untuk dimintai keterangan.

Sementara, konflik serupa terjadi di tambang emas KCD East yang dimiliki oleh Gold Fields,produsen emas terbesar keempat di dunia.Mogok kerja yang diikuti oleh seperempat dari total 46.000 pekerja di tambang itu kemarin memasuki hari ketiga.

Kerusuhan ini terjadi kurang tiga pekan setelah polisi menembak mati 34 penambang yang menggelar mogok kerja di tambang Marikana, Lonmin.

Ini merupakan tragedi berdarah terkait aparat keamanan yang terburuk sejak berakhirnya pemerintahan minoritas kulit putih di Afsel pada 1994. Penembakan di Marikana mengejutkan seluruh rakyat Afsel dan menodai citra ekonomi terbesar di benua Afrika tersebut.

Insiden itu menunjukkan kian memburuknya kondisi para pekerja tambang di negara tersebut. Afsel merupakan penghasil 80% platina di dunia. Harga logamberhargayangdigunakan dalam perhiasan dan konverter katalis mobil itu meningkat hingga melebihi 10% sejak kerusuhan terjadi di negara itu.

Kerusuhan di Marikana merupakan puncak dari sengketa antara Serikat Pekerja Tambang Nasional (NUM) yang dominan dan Asosiasi Pekerja Tambang dan Serikat Konstruksi(AMCU) yang kecil tapi militan.
()
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
1 jam yang lalu
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
2 jam yang lalu
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
7 jam yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
9 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
10 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved