Hillary dorong persatuan ASEAN
Selasa, 04 September 2012 - 08:38 WIB
Hillary dorong persatuan ASEAN
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton mendorong persatuan di antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk menyelesaikan ketegangan perbatasan dengan China.
Sebelumnya negara-negara ASEAN gagal mencapai konsensus untuk menyelesaikan persoalan Laut China Selatan pada perundingan di Kamboja pada Juli silam.Kegagalan itu yang mendorong Hillary untuk meminta ASEAN seyogianya bersikap satu suara.
“Hillary berharap mendapatkan perasaan di mana kita berada dan mendapatkan nasihat dari Indonesia bagaimana kita mendukung,dan bagaimana kita menempatkan lebih banyak angin ke layar dalam upaya diplomatik yang kita inginkan,” ujar pejabat senior AS yang enggan disebutkan namanya.
Sumber diplomat AS itu mengungkapkan, AS sangat mementingkan proses diplomasi yang mengarahkan hubungan diplomatik antara ASEAN dan China bersatu dibandingkan menggunakan paksaan atau kekerasan.
AS melihat posisi Indonesia, sebagai negara besar paling berpengaruh di Asia Tenggara, dapat berperan penting dalam penyelesaian konflik Laut China Selatan.Ada empat anggota ASEAN yang terlibat sengketa perbatasan laut dengan China di kawasan tersebut.
Perbedaan sikap tentang respons atas isu ini membuat pertemuan para menlu ASEAN beberapa waktu lalu di Kamboja tidak membuahkan penyelesaian apa-apa terhadap permasalahan ini. Filipina dan Vietnam menuding China menggunakan kampanye intimidasi dalam kawasan yang dipersengketakan di Laut China Selatan.
Meski Hillary berulang kali menegaskan Washington tidak akan berpihak dalam menyelesaikan ketegangan itu, AS tetap mengecam China setelah Beijing membuat marah negara-negara Asia Tenggara karena mendirikan garnisun militer di Laut China Selatan.
Para pejabat Departemen Luar Negeri AS menyatakan, Washington mendukung pernyataan bersama para menteri luar negeri ASEAN yang berjanji untuk tetap bersatu dan melaksanakan Code of Conduct Laut China Selatan. Sementara, China berkomentar atas kunjungan Hillary. China memperingatkan agar AS menjauhkan diri dari sengketa wilayah di Laut China Selatan.“
Sebelumnya negara-negara ASEAN gagal mencapai konsensus untuk menyelesaikan persoalan Laut China Selatan pada perundingan di Kamboja pada Juli silam.Kegagalan itu yang mendorong Hillary untuk meminta ASEAN seyogianya bersikap satu suara.
“Hillary berharap mendapatkan perasaan di mana kita berada dan mendapatkan nasihat dari Indonesia bagaimana kita mendukung,dan bagaimana kita menempatkan lebih banyak angin ke layar dalam upaya diplomatik yang kita inginkan,” ujar pejabat senior AS yang enggan disebutkan namanya.
Sumber diplomat AS itu mengungkapkan, AS sangat mementingkan proses diplomasi yang mengarahkan hubungan diplomatik antara ASEAN dan China bersatu dibandingkan menggunakan paksaan atau kekerasan.
AS melihat posisi Indonesia, sebagai negara besar paling berpengaruh di Asia Tenggara, dapat berperan penting dalam penyelesaian konflik Laut China Selatan.Ada empat anggota ASEAN yang terlibat sengketa perbatasan laut dengan China di kawasan tersebut.
Perbedaan sikap tentang respons atas isu ini membuat pertemuan para menlu ASEAN beberapa waktu lalu di Kamboja tidak membuahkan penyelesaian apa-apa terhadap permasalahan ini. Filipina dan Vietnam menuding China menggunakan kampanye intimidasi dalam kawasan yang dipersengketakan di Laut China Selatan.
Meski Hillary berulang kali menegaskan Washington tidak akan berpihak dalam menyelesaikan ketegangan itu, AS tetap mengecam China setelah Beijing membuat marah negara-negara Asia Tenggara karena mendirikan garnisun militer di Laut China Selatan.
Para pejabat Departemen Luar Negeri AS menyatakan, Washington mendukung pernyataan bersama para menteri luar negeri ASEAN yang berjanji untuk tetap bersatu dan melaksanakan Code of Conduct Laut China Selatan. Sementara, China berkomentar atas kunjungan Hillary. China memperingatkan agar AS menjauhkan diri dari sengketa wilayah di Laut China Selatan.“
()