Putri Wapres Kuba membelot ke AS
Rabu, 29 Agustus 2012 - 12:50 WIB
Putri Wapres Kuba membelot ke AS
A
A
A
Sindonews.com - Glenda Murillo Diaz, Putri Wakil Presiden (Wapres) Kuba, membelot ke Amerika Serikat (AS). Diaz (24), saat ini dilaporkan tinggal di Tampa, Florida, tempat Konvensi Nasional Partai Republik berlangsung.
Menurut laporan versi online surat kabar AS berbahasa Spanyol, El Nuevo Herald, Diaz, yang merupakan putri Wapres Kuba Marino Murillo (51), telah menyeberang ke Texas dari Meksiko.
Meski penyebab pembelotan Diaz belum diketahui, surat kabar itu mengatakan keputusannya meninggalkan pemerintah komunis Kuba dan menetap di AS memberikan pesan mosi tidak percaya pada reformasi ekonomi yang diperintahkan Presiden Kuba Raul Castro, di mana ayahnya memiliki mandat melaksanakannya.
Menurut laporan The Miami Herald, Glenda Murillo Diaz menyeberangi perbatasan Meksiko di Laredo, Texas, pada 16 Agustus.
Informasi ini didapat dari seseorang yang mengaku mengetahui pembelotan putri Murillo Diaz dari kerabatnya di Havana yang mengirimkan informasi rahasia secara anonim ke harian Herald pada 20 Agustus. Namun, informasi itu tidak bisa dikonfirmasi hingga kemarin.
Wanita muda ini diketahui meninggalkan Kuba sekitar dua pekan lalu untuk menghadiri konferensi psikologi di Meksiko. Kemudian, Diaz muncul di rumah saudaranya dari pihak ibu, Idania Diaz, yang menikah dengan Boris Loynaz di Tampa.
Kakeknya, Rolando Diaz, seorang warga Havana, kebetulan mengunjungi Idania Diaz di Tampa ketika Murillo Diaz tiba.
Washington menerapkan kebijakan ”kaki basah, kaki kering” yang mengizinkan warga Kuba yang menginjakkan kaki di tanah AS untuk tetap berada di Negeri Paman Sam. Namun, warga Kuba yang tertangkap di wilayah laut akan dikembalikan ke Kuba.
Menurut laporan versi online surat kabar AS berbahasa Spanyol, El Nuevo Herald, Diaz, yang merupakan putri Wapres Kuba Marino Murillo (51), telah menyeberang ke Texas dari Meksiko.
Meski penyebab pembelotan Diaz belum diketahui, surat kabar itu mengatakan keputusannya meninggalkan pemerintah komunis Kuba dan menetap di AS memberikan pesan mosi tidak percaya pada reformasi ekonomi yang diperintahkan Presiden Kuba Raul Castro, di mana ayahnya memiliki mandat melaksanakannya.
Menurut laporan The Miami Herald, Glenda Murillo Diaz menyeberangi perbatasan Meksiko di Laredo, Texas, pada 16 Agustus.
Informasi ini didapat dari seseorang yang mengaku mengetahui pembelotan putri Murillo Diaz dari kerabatnya di Havana yang mengirimkan informasi rahasia secara anonim ke harian Herald pada 20 Agustus. Namun, informasi itu tidak bisa dikonfirmasi hingga kemarin.
Wanita muda ini diketahui meninggalkan Kuba sekitar dua pekan lalu untuk menghadiri konferensi psikologi di Meksiko. Kemudian, Diaz muncul di rumah saudaranya dari pihak ibu, Idania Diaz, yang menikah dengan Boris Loynaz di Tampa.
Kakeknya, Rolando Diaz, seorang warga Havana, kebetulan mengunjungi Idania Diaz di Tampa ketika Murillo Diaz tiba.
Washington menerapkan kebijakan ”kaki basah, kaki kering” yang mengizinkan warga Kuba yang menginjakkan kaki di tanah AS untuk tetap berada di Negeri Paman Sam. Namun, warga Kuba yang tertangkap di wilayah laut akan dikembalikan ke Kuba.
(hyk)