Tentara AS pembakar Alquran dijatuhi hukuman
Selasa, 28 Agustus 2012 - 11:59 WIB
Tentara AS pembakar Alquran dijatuhi hukuman
A
A
A
Sindonews.com - Militer Amerika Serikat (AS) menjatuhkan hukuman bagi enam tentara AS yang melakukan tindakan indisipliner saat menjalani tugas di Afghanistan. Mereka akan mendapatkan hukuman penurunan pangkat atau pengurangan gaji.
Seperti dilansir BBC, Selasa (28/8/2012), hukuman tersebut konsisten dengan vonis yang telah ditetapkan oleh AS sebelumnya. Yakni, penurunan pangkat, penundaan gaji, dan memasukan cacatan kejahatan dalam catatan kerja mereka.
Enam tentara AS, Februari lalu terbukti membakar puluhan kitab Alquran. Beberapa waktu kemudian sebuah rekaman video tidak amoral tiga orang marinir AS tersebar di dunia maya. Dalam rekaman tersebut tiga marinir sedang mengencingi pejuang Taliban Afghanistan.
Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas penyidik Brigadir Jenderal Bryan Watson mengatakan, dapat disimpulkan kedua insiden tersebut disebabkan oleh berbagai faktor.
Salah satunya tidak adanya nilai kepercayaan antara pasukan keamanan AS dan Afghanistan. Namun, tidak didapati niat untuk menodai ajaran Islam oleh para pelaku.
"Saya menolak semua argumen yang menilai tindakan tentara AS sebagai niat jahat dan juga bertujuan mencemarkan nama baik Islam," tegas Watson seperti diberitakan BBC.
Investigasi menunjukkan, sedikitnya 53 Al-Quran dan 162 buku-buku agama lainnya dibakar dalam insiden tersebut.
Sebenarnya insiden pembakaran Alquran itu sendiri terjadi pada 27 Juli 2011 saat operasi penumpasan pemberontak di Provinsi Helmad, Afghanistan, berlangsung. Namun video tersebut baru diposting Januari 2012 lalu.
Semua Alquran dan buku-buku agama lainnya yang dibakar para tentara, sebenarnya bertujuan mengosongkan perpustakaan di Parwan. Pembakaran kitab suci umat Islam itu untuk mencegah tahanan menjadikan buku tersebut sebagai media bertukar pesan.
Watson menyalahkan petugas penerjemah di waktu kejadian yang mengatakan, 75 persen buku di perpustakaan tersebut berisikan materi-materi ekstremisme, termasuk Alquran. Penerjemah ini, kata Watson, tidak memberitahukan adanya kitab suci di antara buku-buku yang akan dimusnahkan.
Sejauh ini Pemerintah Afghanistan belum menunjukkan komentar dengan hukuman yang telah dijatuhkan militer AS terhadap tentaranya.
Seperti dilansir BBC, Selasa (28/8/2012), hukuman tersebut konsisten dengan vonis yang telah ditetapkan oleh AS sebelumnya. Yakni, penurunan pangkat, penundaan gaji, dan memasukan cacatan kejahatan dalam catatan kerja mereka.
Enam tentara AS, Februari lalu terbukti membakar puluhan kitab Alquran. Beberapa waktu kemudian sebuah rekaman video tidak amoral tiga orang marinir AS tersebar di dunia maya. Dalam rekaman tersebut tiga marinir sedang mengencingi pejuang Taliban Afghanistan.
Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas penyidik Brigadir Jenderal Bryan Watson mengatakan, dapat disimpulkan kedua insiden tersebut disebabkan oleh berbagai faktor.
Salah satunya tidak adanya nilai kepercayaan antara pasukan keamanan AS dan Afghanistan. Namun, tidak didapati niat untuk menodai ajaran Islam oleh para pelaku.
"Saya menolak semua argumen yang menilai tindakan tentara AS sebagai niat jahat dan juga bertujuan mencemarkan nama baik Islam," tegas Watson seperti diberitakan BBC.
Investigasi menunjukkan, sedikitnya 53 Al-Quran dan 162 buku-buku agama lainnya dibakar dalam insiden tersebut.
Sebenarnya insiden pembakaran Alquran itu sendiri terjadi pada 27 Juli 2011 saat operasi penumpasan pemberontak di Provinsi Helmad, Afghanistan, berlangsung. Namun video tersebut baru diposting Januari 2012 lalu.
Semua Alquran dan buku-buku agama lainnya yang dibakar para tentara, sebenarnya bertujuan mengosongkan perpustakaan di Parwan. Pembakaran kitab suci umat Islam itu untuk mencegah tahanan menjadikan buku tersebut sebagai media bertukar pesan.
Watson menyalahkan petugas penerjemah di waktu kejadian yang mengatakan, 75 persen buku di perpustakaan tersebut berisikan materi-materi ekstremisme, termasuk Alquran. Penerjemah ini, kata Watson, tidak memberitahukan adanya kitab suci di antara buku-buku yang akan dimusnahkan.
Sejauh ini Pemerintah Afghanistan belum menunjukkan komentar dengan hukuman yang telah dijatuhkan militer AS terhadap tentaranya.
()