Makam sufi dibongkar, Mendagri Libya mundur
Senin, 27 Agustus 2012 - 17:45 WIB
Makam sufi dibongkar, Mendagri Libya mundur
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Dalam Negeri Libya, Fawzi Abdel-Al mengajukan surat pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Libya Abdurrahim el-Keib. Abdel-Al memutuskan mengundurkan diri setelah anggota parlemen baru Libya tidak berusaha menghentikan pembongkaran makam sufi dan sebuah mesjid.
Juru bicara pasukan keamanan Libya Abdel-Moneim al-Hurr mengatakan, PM el-Keib dan anggota parlemen telah menerima surat pengunduran diri Abdel-Al.
Pembongkaran masjid Sha'ab dengan mengunakan buldoser terjadi Sabtu 25 Agustus lalu. Sehari sebelumnya, sebuah makam sufi dan sebuah perpustakaan mesjid di Zlitan hangus dibakar para penyerang.
Saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, sekelompok orang yang mengaku sebagai kelompok Salafi melakukan penyerangan terhadap makam Abdel Salam al-Asmar, seorang sufi yang berasal dari abad ke 15.
Sehari paska penyerangan, Presiden Libya Mohamed al-Magariaf langsung memanggil PM el-Keib.
"Saya sangat menyesalkan insiden penyerangan tersebut dan mencurigai aksi penyerangan tersebut dilakukan oleh aparat keamanan dan dan kelompok revolusioner Libya," ungkap al-Magariaf seperti diberitakan Al-Jazeera, Senin (27/8/2012).
Paska kejatuhan mantan Presiden Libya Moammar Gaddafi, bentrok antar kebudayaan sering kali menjadi penyebab bentrok antara kelompok sufi dan kelompok konservatif Salafi.
Kelompok Salafi, bertekat menegakkan Islam seperti ajaran Nabi Muhammad, mereka menolak berbakti tradisi yang dikembangkan para sufi.
Juru bicara pasukan keamanan Libya Abdel-Moneim al-Hurr mengatakan, PM el-Keib dan anggota parlemen telah menerima surat pengunduran diri Abdel-Al.
Pembongkaran masjid Sha'ab dengan mengunakan buldoser terjadi Sabtu 25 Agustus lalu. Sehari sebelumnya, sebuah makam sufi dan sebuah perpustakaan mesjid di Zlitan hangus dibakar para penyerang.
Saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, sekelompok orang yang mengaku sebagai kelompok Salafi melakukan penyerangan terhadap makam Abdel Salam al-Asmar, seorang sufi yang berasal dari abad ke 15.
Sehari paska penyerangan, Presiden Libya Mohamed al-Magariaf langsung memanggil PM el-Keib.
"Saya sangat menyesalkan insiden penyerangan tersebut dan mencurigai aksi penyerangan tersebut dilakukan oleh aparat keamanan dan dan kelompok revolusioner Libya," ungkap al-Magariaf seperti diberitakan Al-Jazeera, Senin (27/8/2012).
Paska kejatuhan mantan Presiden Libya Moammar Gaddafi, bentrok antar kebudayaan sering kali menjadi penyebab bentrok antara kelompok sufi dan kelompok konservatif Salafi.
Kelompok Salafi, bertekat menegakkan Islam seperti ajaran Nabi Muhammad, mereka menolak berbakti tradisi yang dikembangkan para sufi.
()