Assange tuduh AS tekan kebebasan pers
Senin, 20 Agustus 2012 - 13:30 WIB
Assange tuduh AS tekan kebebasan pers
A
A
A
Sindonews.com - Pendiri WikiLeaks Julian Assange menuduh Amerika Serikat (AS) telah menciptakan dunia yang berbahaya dan menekan kebebasan pers.
Assange yang telah membocorkan ratusan ribu rahasia Pemerintah AS, bertekad untuk memperjuangkan agar hak-haknya dan hak WikiLeaks untuk beroperasi.
Assange berbicara di muka umum dari balkon kedutaan Ekuador di London. Pendiri situs WikiLeaks itu muncul di muka umum untuk pertama kalinya sejak waktu dua bulan ketika dia berlindung di kedutaan Ekuador.
“Jika WikiLeaks terus mendapat ancaman, berarti kebebasan menyatakan pendapat dan hak semua masyarakat dunia juga terancam," ujar Presiden Ekuador Rafael Correa, seperti dilansir VOA, Senin (20/8/2012).
Sebelumnya, Assange menuduh AS melancarkan upaya mencari kambing hitam. Sementara itu, hari Kamis 16 Agustus lalu, Presiden Ekuador memberikan suaka politik kepada Assange.
Presiden Ekuador memberikan perlindungan untuk mencegah Pemerintah AS mengusut Assange atas tuduhan pembocoran dokumen rahasia negara itu.
Pemerintah AS geram sejak WikiLeaks memasang ratusan ribu dokumen rahasia AS dalam situs WikiLeaks tahun 2010.
Assange minta perlindungan di kedutaan Ekuador untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, karena para pejabat disana ingin menanyai dia tentang tuduhan melakukan pelanggaran seks. Kalau Assange keluar dari kedutaan Ekuador, dia akan segera ditangkap polisi Inggris yang telah mengepung kedutaan itu.
Assange yang telah membocorkan ratusan ribu rahasia Pemerintah AS, bertekad untuk memperjuangkan agar hak-haknya dan hak WikiLeaks untuk beroperasi.
Assange berbicara di muka umum dari balkon kedutaan Ekuador di London. Pendiri situs WikiLeaks itu muncul di muka umum untuk pertama kalinya sejak waktu dua bulan ketika dia berlindung di kedutaan Ekuador.
“Jika WikiLeaks terus mendapat ancaman, berarti kebebasan menyatakan pendapat dan hak semua masyarakat dunia juga terancam," ujar Presiden Ekuador Rafael Correa, seperti dilansir VOA, Senin (20/8/2012).
Sebelumnya, Assange menuduh AS melancarkan upaya mencari kambing hitam. Sementara itu, hari Kamis 16 Agustus lalu, Presiden Ekuador memberikan suaka politik kepada Assange.
Presiden Ekuador memberikan perlindungan untuk mencegah Pemerintah AS mengusut Assange atas tuduhan pembocoran dokumen rahasia negara itu.
Pemerintah AS geram sejak WikiLeaks memasang ratusan ribu dokumen rahasia AS dalam situs WikiLeaks tahun 2010.
Assange minta perlindungan di kedutaan Ekuador untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, karena para pejabat disana ingin menanyai dia tentang tuduhan melakukan pelanggaran seks. Kalau Assange keluar dari kedutaan Ekuador, dia akan segera ditangkap polisi Inggris yang telah mengepung kedutaan itu.
()