Tinggalkan KTT, Zuma datangi korban penembakan
Sabtu, 18 Agustus 2012 - 15:36 WIB
Tinggalkan KTT, Zuma datangi korban penembakan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma mempersingkat kunjungannya ke Mozambik untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) regional guna menangani insiden penembakan buruh tambang batu bara Lonmin PLC.
Zuma lebih mengutamakan korban penembakan di tambang batu bara yang diserang polisi setempat ketimbang mengikuti KTT.
Baru-baru ini kepolisian Afsel melepaskan tembakan ke buruh tambang. Mereka mengaku mengambil tindakan itu untuk melakukan bela diri.
“Polisi terpaksa menggunakan kekuatan untuk melindungi diri mereka setelah diserang para pemogok yang bersenjata,” ujar Kepala Polisi Afsel Riah Phiyega, seperti dikutip VOA, Sabtu (18/8/2012).
Dia menambahkan, pasukannya melepaskan tembakan untuk membela diri dari para pekerja tambang yang mogok. Dalam aksi kekerasan bersenjata itu, sebanyak 34 orang penambang tewas dan 78 lainnya cidera.
Phiyega menuturkan, polisi menggunakan kekuatan itu untuk melindungi diri mereka setelah diserang para pemogok yang dilengkapi senjata berbahaya.
Perusahaan pertambangan tersebut juga menyatakan, sebagian pekerja yang mogok itu bersenjata. Polisi sebelumnya menggunakan meriam air dan granat kejut untuk membubarkan para pekerja yang mogok, tetapi para pemogok tidak mematuhinya.
Akibat serangan ini, 259 orang telah ditahan atas tuduhan terkait bentrokan di tambang Lonmin PLC, sekitar 120 kilometer sebelah barat laut Johannesburg.
Zuma lebih mengutamakan korban penembakan di tambang batu bara yang diserang polisi setempat ketimbang mengikuti KTT.
Baru-baru ini kepolisian Afsel melepaskan tembakan ke buruh tambang. Mereka mengaku mengambil tindakan itu untuk melakukan bela diri.
“Polisi terpaksa menggunakan kekuatan untuk melindungi diri mereka setelah diserang para pemogok yang bersenjata,” ujar Kepala Polisi Afsel Riah Phiyega, seperti dikutip VOA, Sabtu (18/8/2012).
Dia menambahkan, pasukannya melepaskan tembakan untuk membela diri dari para pekerja tambang yang mogok. Dalam aksi kekerasan bersenjata itu, sebanyak 34 orang penambang tewas dan 78 lainnya cidera.
Phiyega menuturkan, polisi menggunakan kekuatan itu untuk melindungi diri mereka setelah diserang para pemogok yang dilengkapi senjata berbahaya.
Perusahaan pertambangan tersebut juga menyatakan, sebagian pekerja yang mogok itu bersenjata. Polisi sebelumnya menggunakan meriam air dan granat kejut untuk membubarkan para pekerja yang mogok, tetapi para pemogok tidak mematuhinya.
Akibat serangan ini, 259 orang telah ditahan atas tuduhan terkait bentrokan di tambang Lonmin PLC, sekitar 120 kilometer sebelah barat laut Johannesburg.
()