PBB desak pemerintah & pemberontak Suriah berdialog
Selasa, 14 Agustus 2012 - 14:48 WIB
PBB desak pemerintah & pemberontak Suriah berdialog
A
A
A
Sindonews.com - Perjungan memberantas terorisme di Suriah terus berkecamuk. Tim Pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak kedua kubu yang bertikai segera melakukan dialog untuk mengakhiri perang.
Kepala Jendral Misi Pengawasan PBB di Suriah Jenderal Babacar Gaye mengatakan, guna mengurangi korban jiwa akibat perang saudara di Suriah pemerintah dan militer Suriah harus duduk bersama untuk mengakhiri perang di Suriah.
"Kami akan terus menjalankan misi pengamatan di Suriah hingga batas waktu yang telah ditetapkan," ungkap Gaye seperti diberitakan Press Tv, Selasa (14/8/2012).
Sebanyak 300 orang tim pengamat PBB tiba di Suriah secara bertahap pada 30 April lalu, disana mereka bertugas mengawasi gencatan senjata antara pemberontak dan pemerintah Suriah sebagai bagian dari implementasi enam point proposal perdamian utusan PBB dan Liga Arab, Kofi Annan.
Sebelumnya, pada Jumat 10 Agustus lalu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, kondisi lapangan di Suriah tidak memungkin perpanjangan misi pengawasan PBB.
Sebagai keputusan final, Ban mengatakan, misi pengamat PBB akan berakhir pada 19 Agustus mendatang.
Esklasi perang antara pemberontak dan militer pemerintah terus terjadi di Suriah selama hampir tiga minggu. Gaye mengatakan ia dan timnya mulai membatasi kehadiran kami dibeberapa kota selama beberapa hari terakhir, khususnya di Aleppo.
Kepala Jendral Misi Pengawasan PBB di Suriah Jenderal Babacar Gaye mengatakan, guna mengurangi korban jiwa akibat perang saudara di Suriah pemerintah dan militer Suriah harus duduk bersama untuk mengakhiri perang di Suriah.
"Kami akan terus menjalankan misi pengamatan di Suriah hingga batas waktu yang telah ditetapkan," ungkap Gaye seperti diberitakan Press Tv, Selasa (14/8/2012).
Sebanyak 300 orang tim pengamat PBB tiba di Suriah secara bertahap pada 30 April lalu, disana mereka bertugas mengawasi gencatan senjata antara pemberontak dan pemerintah Suriah sebagai bagian dari implementasi enam point proposal perdamian utusan PBB dan Liga Arab, Kofi Annan.
Sebelumnya, pada Jumat 10 Agustus lalu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, kondisi lapangan di Suriah tidak memungkin perpanjangan misi pengawasan PBB.
Sebagai keputusan final, Ban mengatakan, misi pengamat PBB akan berakhir pada 19 Agustus mendatang.
Esklasi perang antara pemberontak dan militer pemerintah terus terjadi di Suriah selama hampir tiga minggu. Gaye mengatakan ia dan timnya mulai membatasi kehadiran kami dibeberapa kota selama beberapa hari terakhir, khususnya di Aleppo.
()