Oposisi Suriah desak zona larangan terbang
Senin, 13 Agustus 2012 - 13:32 WIB
Oposisi Suriah desak zona larangan terbang
A
A
A
Sindonews.com - Oposisi Suriah mendesak diberlakukannya zona larangan terbang di negeri yang sedang berkecamuk itu. Pemberlakuan zona larangan terbang diharapkan akan menghentikan serangan udara militer Suriah yang terus menggempur pemberontak.
“Tuntutan diberlakukannya zona larangan terbang dipicu pertempuran yang terus meningkat dengan pasukan rezim Bashar al-Assad,” kata seorang pemimpin oposisi Suriah di pengasingan, seperti dikutip Xinhua, Senin (13/8/2012).
Sementara Presiden Dewan Nasional Suriah Abdelbaset Sieda mengatakan, masyarakat internasional harus memberlakukan zona larangan terbang di dekat perbatasan Suriah dengan Yordania dan Turki. Larangan itu akan menghentikan serangan udara yang dilancarkan militer Suriah di bawah pimpinan Presiden Assad.
Pembelakukan zona larangan terbang oleh kekuatan asing diyakini telah memainkan peran penting dalam membantu pemberontak menggulingkan Libya Muammar Khadafi tahun lalu. Zona larangan terbang diberlakukan di Libya Maret 2011 untuk mencegah pasukan pemerintah melakukan serangan udara terhadap kelompok pemberontak.
Sejauh ini, Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Eropa belum membuat pernyataan bila mereka akan menerapkan strategi yang sama di Suriah.
Sieda menambahkan, kelompok oposisi Suriah telah membuat permohonan sejak bulan lalu kepada Pemerintah AS, tetapi belum mendapat respon apapun. Sementara Menlu AS Hillary Clinton hari Sabtu 11 Agustus lalu saat berkunjung ke Turki menyampaikan, keputusan menerapkan zona larangan terbang harus didasari pertimbangan yang matang.
"Untuk memberlakukan zona larangan terbang, diperlukan analisa dan perencanaan operasional," imbuh Hillary.
Sementara itu, pertempuran antara militer dan pemberontak di Suriah telah menghancurkan seluruh bangunan di negara itu. Setelah Ibu Kota Damaskus porak poranda, pertempuran pecah di Aleppo sejak bulan lalu.
Selain di Damaskus dan Aleppo, pasukan pemerintah menghancurkan dua tempat persembunyian kelompok bersenjata di Provinsi Homs hingga menewaskan puluhan orang. Disamping itu, militer Suriah juga menghancurkan tempat penyimpanan amunisi.
“Tuntutan diberlakukannya zona larangan terbang dipicu pertempuran yang terus meningkat dengan pasukan rezim Bashar al-Assad,” kata seorang pemimpin oposisi Suriah di pengasingan, seperti dikutip Xinhua, Senin (13/8/2012).
Sementara Presiden Dewan Nasional Suriah Abdelbaset Sieda mengatakan, masyarakat internasional harus memberlakukan zona larangan terbang di dekat perbatasan Suriah dengan Yordania dan Turki. Larangan itu akan menghentikan serangan udara yang dilancarkan militer Suriah di bawah pimpinan Presiden Assad.
Pembelakukan zona larangan terbang oleh kekuatan asing diyakini telah memainkan peran penting dalam membantu pemberontak menggulingkan Libya Muammar Khadafi tahun lalu. Zona larangan terbang diberlakukan di Libya Maret 2011 untuk mencegah pasukan pemerintah melakukan serangan udara terhadap kelompok pemberontak.
Sejauh ini, Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Eropa belum membuat pernyataan bila mereka akan menerapkan strategi yang sama di Suriah.
Sieda menambahkan, kelompok oposisi Suriah telah membuat permohonan sejak bulan lalu kepada Pemerintah AS, tetapi belum mendapat respon apapun. Sementara Menlu AS Hillary Clinton hari Sabtu 11 Agustus lalu saat berkunjung ke Turki menyampaikan, keputusan menerapkan zona larangan terbang harus didasari pertimbangan yang matang.
"Untuk memberlakukan zona larangan terbang, diperlukan analisa dan perencanaan operasional," imbuh Hillary.
Sementara itu, pertempuran antara militer dan pemberontak di Suriah telah menghancurkan seluruh bangunan di negara itu. Setelah Ibu Kota Damaskus porak poranda, pertempuran pecah di Aleppo sejak bulan lalu.
Selain di Damaskus dan Aleppo, pasukan pemerintah menghancurkan dua tempat persembunyian kelompok bersenjata di Provinsi Homs hingga menewaskan puluhan orang. Disamping itu, militer Suriah juga menghancurkan tempat penyimpanan amunisi.
()