14 jasad ditemukan dalam mobil di Meksiko
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 17:39 WIB
14 jasad ditemukan dalam mobil di Meksiko
A
A
A
Sindonews.com - Setidaknya 14 jasad ditemukan dalam sebuah mobil di Meksiko bagian utara. Pihak kepolisian menduga kematian mereka disebabkan aksi kekerasan yang terkait dengan narkoba.
”Sebanyak 14 jasad yang semuanya pria disekap di mobil yang sedang parkir di San Luis Potosi,” ujar polisi setempat, seperti dikutip Aljazeera, Jumat (10/8/2012).
Pelaku memasukkan jasad korban yang sudah tidak bernyawa ke sebuah mobil, lalu ditinggalkan dekat pompa bensin di San Luis Potosi, Meksiko.
“Para korban kemungkinan besar diculik oleh pengedar narkoba di Coahuila, yang berbatasan dengan San Luis Potosi,” jelas juru bicara kantor kejaksaan setempat, Gabriela Gonzales.
Pihak berwenang menduga tersangka membawa korban ke berbagai tempat sebelum ditinggalkan. Para korban dibawa ke daerah Zacatecas, sebelum dibunuh dan dibuang di San Luis Potosi. Selain itu, polisi Meksiko juga melaporkan kendaraan yang digunakan pelaku telah dicuri dari Coahuila.
“Ini adalah pertama kalinya San Luis Potosi menjadi tempat pembantaian berskala besar. Pembantaian itu merupakan kejahatan terorganisir," tambah Gonzalez.
Lebih dari 50.000 orang telah tewas dalam kekerasan terkait narkoba di Meksiko sejak tahun 2006. Saat masih menjabat sebagai Presiden Meksiko, Felipe Calderon sudah memerintahkan militer untuk memerangi kartel obat di negara itu. Namun, hingga kini Meksiko belum benar-benar bersih dari narkoba.
”Sebanyak 14 jasad yang semuanya pria disekap di mobil yang sedang parkir di San Luis Potosi,” ujar polisi setempat, seperti dikutip Aljazeera, Jumat (10/8/2012).
Pelaku memasukkan jasad korban yang sudah tidak bernyawa ke sebuah mobil, lalu ditinggalkan dekat pompa bensin di San Luis Potosi, Meksiko.
“Para korban kemungkinan besar diculik oleh pengedar narkoba di Coahuila, yang berbatasan dengan San Luis Potosi,” jelas juru bicara kantor kejaksaan setempat, Gabriela Gonzales.
Pihak berwenang menduga tersangka membawa korban ke berbagai tempat sebelum ditinggalkan. Para korban dibawa ke daerah Zacatecas, sebelum dibunuh dan dibuang di San Luis Potosi. Selain itu, polisi Meksiko juga melaporkan kendaraan yang digunakan pelaku telah dicuri dari Coahuila.
“Ini adalah pertama kalinya San Luis Potosi menjadi tempat pembantaian berskala besar. Pembantaian itu merupakan kejahatan terorganisir," tambah Gonzalez.
Lebih dari 50.000 orang telah tewas dalam kekerasan terkait narkoba di Meksiko sejak tahun 2006. Saat masih menjabat sebagai Presiden Meksiko, Felipe Calderon sudah memerintahkan militer untuk memerangi kartel obat di negara itu. Namun, hingga kini Meksiko belum benar-benar bersih dari narkoba.
()