Mohammed Maqrif jadi Presiden Majelis Nasional Libya
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 13:52 WIB
Mohammed Maqrif jadi Presiden Majelis Nasional Libya
A
A
A
Sindonews.com - Mohammed Maqrif terpilih sebagai Presiden Majelis Nasional Libya setelah mendapat 113 suara dari total 200 suara yang berpartisipasi. Maqrif mengalahkan calon liberal dalam pemungutan suara.
"Saya sangat senang. Ini adalah tanggung jawab besar. Inilah demokrasi yang kita impikan," imbuh Maqrif, seperti dikutip Reuters, Jumat (10/8/2012).
Xinhua melaporkan, Jumat (10/8/2012), Dewan Nasional Transisi Libya menyerahkan kekuasaan kepada majelis nasional yang baru terpilih. Majelis ini akan mulai aktif bekerja pekan depan.
Sebelumnya, Mohamed Al-Kilani, anggota majelis nasional untuk Zawia mengatakan, calon presiden yang berkompetisi yaitu Maqrif dari Benghazi dan Abdel-Rahman Swehli dari Misurata.
Maqrif mengarahkan Libya untuk pemilihan parlemen penuh setelah konstitusi baru disusun tahun depan. Dia akan memimpin 200 anggota kongres.
Mantan duta besar Libya untuk India ini merupakan seorang penganut Islam moderat. Dia memimpin partai Front Nasional. Sejak 1980-an, Maqrif tinggal di pengasingan.
Selain sebagai ekonom, Maqrif juga seorang tokoh terkemuka dalam gerakan oposisi tertua Libya, Front Nasional untuk keselamatan Libya (Libya National Front Party). Partai itu telah melakukan beberapa upaya untuk mengakhiri pemerintahan Muammar Khadafi.
Maqrif berasal dari kota terbesar kedua di Libya, Benghazi. Kota ini merupakan tempat lahir pemberontakan tahun 2011 lalu. Penduduk di kota tersebut cenderung terpinggirkan oleh otoritas yang terpusat di Ibu Kota Tripoli.
"Saya sangat senang. Ini adalah tanggung jawab besar. Inilah demokrasi yang kita impikan," imbuh Maqrif, seperti dikutip Reuters, Jumat (10/8/2012).
Xinhua melaporkan, Jumat (10/8/2012), Dewan Nasional Transisi Libya menyerahkan kekuasaan kepada majelis nasional yang baru terpilih. Majelis ini akan mulai aktif bekerja pekan depan.
Sebelumnya, Mohamed Al-Kilani, anggota majelis nasional untuk Zawia mengatakan, calon presiden yang berkompetisi yaitu Maqrif dari Benghazi dan Abdel-Rahman Swehli dari Misurata.
Maqrif mengarahkan Libya untuk pemilihan parlemen penuh setelah konstitusi baru disusun tahun depan. Dia akan memimpin 200 anggota kongres.
Mantan duta besar Libya untuk India ini merupakan seorang penganut Islam moderat. Dia memimpin partai Front Nasional. Sejak 1980-an, Maqrif tinggal di pengasingan.
Selain sebagai ekonom, Maqrif juga seorang tokoh terkemuka dalam gerakan oposisi tertua Libya, Front Nasional untuk keselamatan Libya (Libya National Front Party). Partai itu telah melakukan beberapa upaya untuk mengakhiri pemerintahan Muammar Khadafi.
Maqrif berasal dari kota terbesar kedua di Libya, Benghazi. Kota ini merupakan tempat lahir pemberontakan tahun 2011 lalu. Penduduk di kota tersebut cenderung terpinggirkan oleh otoritas yang terpusat di Ibu Kota Tripoli.
()