Sewa pembunuh, suami habisi istri barunya
Kamis, 09 Agustus 2012 - 16:12 WIB
Sewa pembunuh, suami habisi istri barunya
A
A
A
Sindonews.com - Siapa sangka seorang suami tega membunuh istrinya yang baru saja dinikahinya. Seperti yang dilakukan Shrien Dewani (32), terhadap Anni Dewani (28).
Sebagaimana dilansir Daily Mail, Kamis (9/8/2012), untuk melancarkan aksinya, pengusaha berdarah India ini menyewa pembunuh bayaran asal Afrika Selatan bernama Mziwamadoda Qwabe (27).
Dengan menyewa Qwabe, Shrien meminta pembunuhan terhadap Anni tak terlihat seperti kasus pembunuhan berencana. Melainkan seperti kejadian acak yang tidak disengaja dalam sebuah perampokan.
Hal itu diakui Qwabe di persidangan. Dalam perencanaan pembunuhan tersebut, Qwabe merencanakan membajak taksi yang membawa Shrien dan Anni. Kemudian Qwabe melakukan perampokan, hingga akhirnya menembak Anni dari balik kemudian.
Saat ini, Qwabe mengaku bersalah atas pembunuhan berencana yang dilakukannya. Qwabe sudah mengakui penculikan, perampokan, memiliki sebuah pistol tanpa izin, dan pembunuhan berencana. Atas kejahatannya, Qwabe dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun.
Selain itu, Qwabe dianggap memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat dalam 17 tahun, di bawah persyaratan jika dia akan bersaksi melawan Shrien.
Shrien dengan tegas menolak tuduhan yang menyatakan dirinya menugaskan dan membayar pembunuhan pada November 2010. Namun, sebuah rekaman CCTV di apartemennya menunjukkan Shrien menyerahkan sejumlah uang kepada seorang pengemudi taxi.
Sementara sidang ekstradisi terbaru melaporkan, Qwabe secara mental tidak layak kembali ke Afrika Selatan untuk diadili, karena mengalami depresi berat.
Sebagaimana dilansir Daily Mail, Kamis (9/8/2012), untuk melancarkan aksinya, pengusaha berdarah India ini menyewa pembunuh bayaran asal Afrika Selatan bernama Mziwamadoda Qwabe (27).
Dengan menyewa Qwabe, Shrien meminta pembunuhan terhadap Anni tak terlihat seperti kasus pembunuhan berencana. Melainkan seperti kejadian acak yang tidak disengaja dalam sebuah perampokan.
Hal itu diakui Qwabe di persidangan. Dalam perencanaan pembunuhan tersebut, Qwabe merencanakan membajak taksi yang membawa Shrien dan Anni. Kemudian Qwabe melakukan perampokan, hingga akhirnya menembak Anni dari balik kemudian.
Saat ini, Qwabe mengaku bersalah atas pembunuhan berencana yang dilakukannya. Qwabe sudah mengakui penculikan, perampokan, memiliki sebuah pistol tanpa izin, dan pembunuhan berencana. Atas kejahatannya, Qwabe dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun.
Selain itu, Qwabe dianggap memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat dalam 17 tahun, di bawah persyaratan jika dia akan bersaksi melawan Shrien.
Shrien dengan tegas menolak tuduhan yang menyatakan dirinya menugaskan dan membayar pembunuhan pada November 2010. Namun, sebuah rekaman CCTV di apartemennya menunjukkan Shrien menyerahkan sejumlah uang kepada seorang pengemudi taxi.
Sementara sidang ekstradisi terbaru melaporkan, Qwabe secara mental tidak layak kembali ke Afrika Selatan untuk diadili, karena mengalami depresi berat.
()