Sudan-Sudan Selatan capai kesepakatan minyak
Minggu, 05 Agustus 2012 - 13:33 WIB
Sudan-Sudan Selatan capai kesepakatan minyak
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Sudan Selatan akhirnya mencapai sebuah kesepakatan atas sengketa pembayaran biaya pengangkutan minyak menggunakan pipa minyak Sudan untuk diangkut menuju ke pelabuhan.
Sudan Selatan akhirnya setuju membayar USD9 per barel kepada pemerintah Sudan sebagai biaya pengunaan pipa minyak untuk mengangkut minyak hasil produksi ke pelabuhan.
Setelah membayar biaya kompensasi kerugian sebesar USD3 miliar kepada Sudan, kini Sudan Selatan bisa kembali melanjutkan kegiatan produksi minyak mentahnya yang terpaksa dihentikan sejak Januari lalu.
Sudan Selatan dan Sudan sejak tiga minggu yang lalu mulai melakukan perundingan damai di Ibu Kota Addis Ababa, Ethiopia, ditengahi oleh Mantan Presiden Afrika Selatan dan Uni Afrika, Thabo Mbeki.
"Setelah kesepakatan ini, agenda pembahasan selanjutnya adalah kembali melanjutkan produksi dan ekspor minyak," ungkap Mbeki seperti diberitakan BBC.co.uk, Minggu (5/8/2012).
Perundingan damai antara Sudan dan Sudan Selatan akan kembali dilanjutkan pada akhir Agustus ini dalam agenda menandatangani kesepakatan resmi antara kedua belah pemimpin negara.
Kedua belah pihak merundingkan persengketaan tentang hasil produksi minyak, kewarganegaraan, dan wilayah perbatasan. Pangkal persengketaan itu telah membuat hubungan diplomatik Sudan dan Sudan Selatan kembali memanas pada Maret dan April lalu.
Sudan Selatan akhirnya setuju membayar USD9 per barel kepada pemerintah Sudan sebagai biaya pengunaan pipa minyak untuk mengangkut minyak hasil produksi ke pelabuhan.
Setelah membayar biaya kompensasi kerugian sebesar USD3 miliar kepada Sudan, kini Sudan Selatan bisa kembali melanjutkan kegiatan produksi minyak mentahnya yang terpaksa dihentikan sejak Januari lalu.
Sudan Selatan dan Sudan sejak tiga minggu yang lalu mulai melakukan perundingan damai di Ibu Kota Addis Ababa, Ethiopia, ditengahi oleh Mantan Presiden Afrika Selatan dan Uni Afrika, Thabo Mbeki.
"Setelah kesepakatan ini, agenda pembahasan selanjutnya adalah kembali melanjutkan produksi dan ekspor minyak," ungkap Mbeki seperti diberitakan BBC.co.uk, Minggu (5/8/2012).
Perundingan damai antara Sudan dan Sudan Selatan akan kembali dilanjutkan pada akhir Agustus ini dalam agenda menandatangani kesepakatan resmi antara kedua belah pemimpin negara.
Kedua belah pihak merundingkan persengketaan tentang hasil produksi minyak, kewarganegaraan, dan wilayah perbatasan. Pangkal persengketaan itu telah membuat hubungan diplomatik Sudan dan Sudan Selatan kembali memanas pada Maret dan April lalu.
()