Ban Ki-moon kecam kekerasan di Suriah
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 13:43 WIB
Ban Ki-moon kecam kekerasan di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengecam berbagai aksi kekerasan di Suriah. Saat ini, serangan keras terus mewarnai pertempuran di Suriah. Serangan tersebut tidak hanya menargetkan pemberontak, melainkan juga warga sipil.
“Pemerintah Suriah telah melanggar hukum internasional dengan menganiaya anak-anak dan pasukan tentara internasional. Militer Suriah juga melukai, menyiksa, serta melakukan kekerasan seksual terhadap rakyat di sana,” imbuh Ban, seperti dikutip San Francisco Chronicle, Jumat (3/8/2012).
Menurut Ban, baik Pemerintah Suriah maupun pasukan oposisi terus bertekad meningkatkan gencatan senjata. Konflik yang tak kunjung selesai itu membuat PBB menemui jalan buntu untuk menyelesaikan pertempuran di Suriah secara damai.
Saat ini, Pemerintah Suriah masih melepaskan tank, artileri, helikopter, dan pesawat tempur di Aleppo dan Damaskus. Bahkan Rezim Assad diduga kuat menggunakan senjata kimia dan biologi yang berbahaya.
Posisi PBB semakin sulit setelah pengunduran diri mantan Sekjen PBB Kofi Annan sebagai utusan Liga Arab bersama untuk Suriah pada Kamis 2 Agustus kemarin. Pengunduran diri Annan terjadi setelah proposal perdamaian yang disusun PBB gagal menyelesaikan konflik Suriah.
“Pemerintah Suriah telah melanggar hukum internasional dengan menganiaya anak-anak dan pasukan tentara internasional. Militer Suriah juga melukai, menyiksa, serta melakukan kekerasan seksual terhadap rakyat di sana,” imbuh Ban, seperti dikutip San Francisco Chronicle, Jumat (3/8/2012).
Menurut Ban, baik Pemerintah Suriah maupun pasukan oposisi terus bertekad meningkatkan gencatan senjata. Konflik yang tak kunjung selesai itu membuat PBB menemui jalan buntu untuk menyelesaikan pertempuran di Suriah secara damai.
Saat ini, Pemerintah Suriah masih melepaskan tank, artileri, helikopter, dan pesawat tempur di Aleppo dan Damaskus. Bahkan Rezim Assad diduga kuat menggunakan senjata kimia dan biologi yang berbahaya.
Posisi PBB semakin sulit setelah pengunduran diri mantan Sekjen PBB Kofi Annan sebagai utusan Liga Arab bersama untuk Suriah pada Kamis 2 Agustus kemarin. Pengunduran diri Annan terjadi setelah proposal perdamaian yang disusun PBB gagal menyelesaikan konflik Suriah.
()