Waduh, biksu Thailand terancam obesitas
Rabu, 01 Agustus 2012 - 23:13 WIB
Waduh, biksu Thailand terancam obesitas
A
A
A
Sindonews.com – Para biksu di Thailand terancam kegemukan. Penelitian yang dilakukan terhadap 246 biksu dari Nikaya Dhammayuttika dan Mahayana di 11 provinsi di Thailand mengungkapkan hampir setengah dari mereka menderita obesitas.
Studi medis melaporkan, penyebab utama melambungnya berat badan mereka yaitu makanan manis yang diberikan umat dan pejabat. Biksu tersebut memperoleh makanan manis dengan kandungan gula tinggi dan minuman bersoda dari jalanan.
Para biksu meninggalkan biara mereka pagi hari dan berjalan di sepanjang jalan raya. Rombongan biarawan itu membawa keranjang di depan mereka, lalu mengumpulkan makanan dari masyarakat yang mereka temui selama perjalanan.
Saat ini, penyakit yang umumnya diderita sebagian besar biksu di Thailand antara lain tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2. Sementara itu, hanya 21 persen dari seluruh biksu di Thailand yang mempertahankan gaya hidup sehat dengan rutin check-up ke dokter.
Untuk mengatasi ancaman kegemukan, Kementerian Kesehatan Thailand sekarang merencanakan program pemberian makanan dengan nutrisi seimbang kepada para biksu. Mereka menganjurkan agar biksu disana melakukan diet dan olahraga.
Pejabat kesehatan setempat juga memberitahu mana saja makanan dan minuman yang tidak sehat. Bahkan mereka juga membuat aturan untuk tidak memperbolehkan umat Buddha menawarkan makanan tidak sehat kepada biksu di Thailand.
Selain itu, petugas kesehatan di Thailand juga memberikan pendidikan tentang nutrisi alternatif. Sebagian biksu telah mengikuti program diet dengan makan satu kali sehari. Makanan mereka terdiri atas sayuran, ikan dan daging yang telah dikeringkan.
Studi medis melaporkan, penyebab utama melambungnya berat badan mereka yaitu makanan manis yang diberikan umat dan pejabat. Biksu tersebut memperoleh makanan manis dengan kandungan gula tinggi dan minuman bersoda dari jalanan.
Para biksu meninggalkan biara mereka pagi hari dan berjalan di sepanjang jalan raya. Rombongan biarawan itu membawa keranjang di depan mereka, lalu mengumpulkan makanan dari masyarakat yang mereka temui selama perjalanan.
Saat ini, penyakit yang umumnya diderita sebagian besar biksu di Thailand antara lain tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2. Sementara itu, hanya 21 persen dari seluruh biksu di Thailand yang mempertahankan gaya hidup sehat dengan rutin check-up ke dokter.
Untuk mengatasi ancaman kegemukan, Kementerian Kesehatan Thailand sekarang merencanakan program pemberian makanan dengan nutrisi seimbang kepada para biksu. Mereka menganjurkan agar biksu disana melakukan diet dan olahraga.
Pejabat kesehatan setempat juga memberitahu mana saja makanan dan minuman yang tidak sehat. Bahkan mereka juga membuat aturan untuk tidak memperbolehkan umat Buddha menawarkan makanan tidak sehat kepada biksu di Thailand.
Selain itu, petugas kesehatan di Thailand juga memberikan pendidikan tentang nutrisi alternatif. Sebagian biksu telah mengikuti program diet dengan makan satu kali sehari. Makanan mereka terdiri atas sayuran, ikan dan daging yang telah dikeringkan.
()