Bendera AS masih berdiri di bulan
Senin, 30 Juli 2012 - 23:39 WIB
Bendera AS masih berdiri di bulan
A
A
A
Sindonews.com – Siapa sangka di tahun 2012 ini bendera Amerika Serikat (AS) yang pertama ditancapkan di bulan masih berdiri. Bendera tersebut disematkan oleh astronot Buzz Aldrin pada 20 Juli 1969.
Sejumlah foto terbaru yang diambil wahana luar angkasa Lunar Reconaissance Orbiter (LRO) milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) menunjukkan bendera AS yang dibawa para astronot Apollo sebagian besar masih berdiri di bulan.
Seperti dilansir BBC, Senin (30/7/2012) dari foto-foto LRO yang dikirim ke bumi, ternyata bendera-bendera itu masih memantulkan bayangan, kecuali bendera yang ditancapkan astronot Apollo 11.
Bukti-bukti itu sesuai dengan pernyataan Buzz Aldrin, salah satu astronot misi Apollo 11, yang mengatakan bendera itu jatuh akibat semburan mesin Apollo 11 saat meninggalkan bulan.
Semua astronot Apollo yang mendarat di bulan membawa dan menancapkan satu bendera AS di lokasi pendaratan mereka. Para ilmuwan sebelumnya telah meneliti berbagai foto-foto terkait pendaratan Apollo dan penancapan bendera di permukaan bulan. Mereka menemukan adanya bayangan bendera di permukaan bulan. Namun, temuan itu bukan dianggap sebagai sebuah kesimpulan.
Saat ini, para ilmuwan mempelajari foto-foto pendaratan di bulan dengan cara berbeda yaitu pada siang hari dan di bawah pencahayaan yang berbeda. Penelitian baru tersebut menemukan adanya bayangan melingkar di titik tempat bendera itu mungkin berada.
"Dari foto-foto LRO bisa dipastikan bahwa bendera Amerika masih berdiri dan menghasilkan bayangan di semua lokasi," tulis Profesor Mark Robinson, kepada ilmuwan untuk instrumen kamera wahana angkasa LRO (LROC) dalam blog pribadinya.
Menurut dia, cara paling meyakinkan untuk melihat bahwa bendera-bendera itu masih di sana adalah melihat rangkaian foto-foto yang diambil LROC dalam waktu yang berbeda dan melihat adanya bayangan melingkar di lokasi bendera berada.
"Secara pribadi saya sedikit terkejut mengetahui bendera-bendera itu bertahan dari sinar ultraviolet yang ganas dan suhu di permukaan bulan," tandasnya.
LRO sendiri dirancang untuk menghasilkan peta terinci permukaan bulan. LRO memulai misinya di orbit bulan sejak September 2009 untuk mengidentifikasi mineral dan sumber-sumber lain di bulan selain untuk mencari lokasi pendaratan misi yang akan datang.
Sejumlah foto terbaru yang diambil wahana luar angkasa Lunar Reconaissance Orbiter (LRO) milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) menunjukkan bendera AS yang dibawa para astronot Apollo sebagian besar masih berdiri di bulan.
Seperti dilansir BBC, Senin (30/7/2012) dari foto-foto LRO yang dikirim ke bumi, ternyata bendera-bendera itu masih memantulkan bayangan, kecuali bendera yang ditancapkan astronot Apollo 11.
Bukti-bukti itu sesuai dengan pernyataan Buzz Aldrin, salah satu astronot misi Apollo 11, yang mengatakan bendera itu jatuh akibat semburan mesin Apollo 11 saat meninggalkan bulan.
Semua astronot Apollo yang mendarat di bulan membawa dan menancapkan satu bendera AS di lokasi pendaratan mereka. Para ilmuwan sebelumnya telah meneliti berbagai foto-foto terkait pendaratan Apollo dan penancapan bendera di permukaan bulan. Mereka menemukan adanya bayangan bendera di permukaan bulan. Namun, temuan itu bukan dianggap sebagai sebuah kesimpulan.
Saat ini, para ilmuwan mempelajari foto-foto pendaratan di bulan dengan cara berbeda yaitu pada siang hari dan di bawah pencahayaan yang berbeda. Penelitian baru tersebut menemukan adanya bayangan melingkar di titik tempat bendera itu mungkin berada.
"Dari foto-foto LRO bisa dipastikan bahwa bendera Amerika masih berdiri dan menghasilkan bayangan di semua lokasi," tulis Profesor Mark Robinson, kepada ilmuwan untuk instrumen kamera wahana angkasa LRO (LROC) dalam blog pribadinya.
Menurut dia, cara paling meyakinkan untuk melihat bahwa bendera-bendera itu masih di sana adalah melihat rangkaian foto-foto yang diambil LROC dalam waktu yang berbeda dan melihat adanya bayangan melingkar di lokasi bendera berada.
"Secara pribadi saya sedikit terkejut mengetahui bendera-bendera itu bertahan dari sinar ultraviolet yang ganas dan suhu di permukaan bulan," tandasnya.
LRO sendiri dirancang untuk menghasilkan peta terinci permukaan bulan. LRO memulai misinya di orbit bulan sejak September 2009 untuk mengidentifikasi mineral dan sumber-sumber lain di bulan selain untuk mencari lokasi pendaratan misi yang akan datang.
()