Presiden Mali serukan dialog dengan pemberontak
Senin, 30 Juli 2012 - 20:29 WIB
Presiden Mali serukan dialog dengan pemberontak
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Mali, Dioncounda Traore menyerukan diadakanya dialog bersama kelompok militan Islam yang telah ditangkap di wilayah utara Mali. Traore mengatakan, Pemerintah Mali akan memperluas upaya dialog dengan kelompok Islam.
"Krisis yang terjadi di Mali sangat kompleks. Pertempuran disana menyebabkan penderitaan meluas bagi rakyat Mali, khususnya dibagian utara. Karena itu, rakyat Mali harus bersama-sama membebaskan negara kita dari penjajahan," ungkap Traore seperti diberitakan BBC.co.uk, Senin (30/7/2012).
Presiden Mali menuturkan, penjajahan hanya akan menyebabkan kesedihan, kesakitan dan kerugian. Traore menambahkan, rakyat Mali harus bersatu melawan penjajah yakni kelompok Al-Qaeda yang beroperasi di wilayah Mali bagian utara.
Keputusan Traore diumumkan seminggu pasca kepulanganya ke Mali usai menjalani pengobatan di Paris, Prancis. Sebelumnya, Traore sempat menjalani perawatan selama dua bulan karena mendapat sejumlah pukulan dalam kudeta Maret lalu.
Sementara itu, kelompok pemberontak Tuareg dan geriliyawan Islam memanfaatkan kudeta untuk menguasai wilayah Mali bagian utara. Saat ini, kelompok pemberontak Mali masih menguasai tiga wilayah Mali, antara lain Timbuktu, Gao dan Kidal, dimana ribuan penduduk yang bermukim di wilayah tersebut telah melarikan diri ke utara.
"Krisis yang terjadi di Mali sangat kompleks. Pertempuran disana menyebabkan penderitaan meluas bagi rakyat Mali, khususnya dibagian utara. Karena itu, rakyat Mali harus bersama-sama membebaskan negara kita dari penjajahan," ungkap Traore seperti diberitakan BBC.co.uk, Senin (30/7/2012).
Presiden Mali menuturkan, penjajahan hanya akan menyebabkan kesedihan, kesakitan dan kerugian. Traore menambahkan, rakyat Mali harus bersatu melawan penjajah yakni kelompok Al-Qaeda yang beroperasi di wilayah Mali bagian utara.
Keputusan Traore diumumkan seminggu pasca kepulanganya ke Mali usai menjalani pengobatan di Paris, Prancis. Sebelumnya, Traore sempat menjalani perawatan selama dua bulan karena mendapat sejumlah pukulan dalam kudeta Maret lalu.
Sementara itu, kelompok pemberontak Tuareg dan geriliyawan Islam memanfaatkan kudeta untuk menguasai wilayah Mali bagian utara. Saat ini, kelompok pemberontak Mali masih menguasai tiga wilayah Mali, antara lain Timbuktu, Gao dan Kidal, dimana ribuan penduduk yang bermukim di wilayah tersebut telah melarikan diri ke utara.
()