Militer Suriah lumpuhkan Aleppo
Minggu, 29 Juli 2012 - 20:03 WIB
Militer Suriah lumpuhkan Aleppo
A
A
A
Sindonews.com – Ledakan dan tembakan tentara militer Suriah kembali mengguncang Aleppo, Salaheddine. Sejumlah helikopter, tank dan senjata dikerahkan Rezim President Bashar al-Assad.
Untuk melumpuhkan pemberontak di wilayah itu.
“Para pemberontak akan dikalahkan!” tegas Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem, seperti dikutip BBC, Minggu (29/7/2012).
Sementara pimpinan oposisi Suriah Nasional Council (SNC) menyerukan agar negara-negara asing untuk mempersenjatai pejuang pemberontak. "Kami butuh senjata untuk melawan tank dan jet tempur militer Suriah," ujar seorang pemberontak, Abdulbaset Sayda.
Sementara itu, kendaraan yang membawa warga sipil terus mengalir ke luar kota Aleppo. Sedangkan penduduk yang masih bertahan disana, hidup tanpa listrik, penerangan dan kekurangan pangan.
Lembaga observatorium Inggris melaporkan, setidaknya 168 orang tewas setelah Pemerintah Suriah membombardir Aleppo. Penduduk Suriah yang tersisa sebagian telah mengungsi ke wilayah perbatasan. Sekitar 2.000 pengungsi melintasi perbatasan setiap hari, sampai sekarang total pengungsi yang meninggalkan Suriah mencapai 150.000 orang.
Saat ini, lebih dari 20.000 menjadi korban sejak pemberontakan anti-pemerintah Suriah dimulai Maret 2011.
Untuk melumpuhkan pemberontak di wilayah itu.
“Para pemberontak akan dikalahkan!” tegas Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem, seperti dikutip BBC, Minggu (29/7/2012).
Sementara pimpinan oposisi Suriah Nasional Council (SNC) menyerukan agar negara-negara asing untuk mempersenjatai pejuang pemberontak. "Kami butuh senjata untuk melawan tank dan jet tempur militer Suriah," ujar seorang pemberontak, Abdulbaset Sayda.
Sementara itu, kendaraan yang membawa warga sipil terus mengalir ke luar kota Aleppo. Sedangkan penduduk yang masih bertahan disana, hidup tanpa listrik, penerangan dan kekurangan pangan.
Lembaga observatorium Inggris melaporkan, setidaknya 168 orang tewas setelah Pemerintah Suriah membombardir Aleppo. Penduduk Suriah yang tersisa sebagian telah mengungsi ke wilayah perbatasan. Sekitar 2.000 pengungsi melintasi perbatasan setiap hari, sampai sekarang total pengungsi yang meninggalkan Suriah mencapai 150.000 orang.
Saat ini, lebih dari 20.000 menjadi korban sejak pemberontakan anti-pemerintah Suriah dimulai Maret 2011.
()