Turki tak lagi dukung Suriah
Minggu, 29 Juli 2012 - 15:45 WIB
Turki tak lagi dukung Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Turki tidak lagi mendukung rezim Bashar al-Assad di Suriah. Sikap itu diambil Turki setelah sejumlah helikopter milik tentara Suriah menguasai daerah Aleppo, Salaheddine.
Sebelumnya, Turki mendukung upaya perdamaian antara pemerintah Suriah dengan kelompok pemberontak. Namun, kini Pemerintah Turki justru memberikan tekanan diplomatik terhadap Presiden Assad. Pemerintah Turki mendesak lembaga internasional untuk menangani serangan militer di Suriah.
“Lembaga internasional perlu bekerja sama untuk mengatasi serangan militer di Aleppo dan ancaman Assad yang berencana menggunakan senjata kimia,” jelas Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan, seperti dikutip Haaretz, Minggu (29/7/2012).
Helikopter tentara Suriah telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan pemberontak yang masih tersisa di sana. Setidaknya 160 orang dilaporkan tewas di Suriah di Aleppo. Angka itu menambah jumlah korban sekitar 18.000 orang sejak pemberontakan dimulai.
"Pasukan Assad berusaha menunjukkan dominasi militernya," kata analis Ayham Kamel dari Grup Eurasia.
Pertempuran antara militer dan pemberontak telah memporak-porandakan Aleppo. Sementara konflik yang berlangsung selama 16 bulan itu mengakibatkan sebagian besar penduduk Suriah mengungsi ke negara tetangga, salah satunya Turki.
Sebelumnya, Turki mendukung upaya perdamaian antara pemerintah Suriah dengan kelompok pemberontak. Namun, kini Pemerintah Turki justru memberikan tekanan diplomatik terhadap Presiden Assad. Pemerintah Turki mendesak lembaga internasional untuk menangani serangan militer di Suriah.
“Lembaga internasional perlu bekerja sama untuk mengatasi serangan militer di Aleppo dan ancaman Assad yang berencana menggunakan senjata kimia,” jelas Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan, seperti dikutip Haaretz, Minggu (29/7/2012).
Helikopter tentara Suriah telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan pemberontak yang masih tersisa di sana. Setidaknya 160 orang dilaporkan tewas di Suriah di Aleppo. Angka itu menambah jumlah korban sekitar 18.000 orang sejak pemberontakan dimulai.
"Pasukan Assad berusaha menunjukkan dominasi militernya," kata analis Ayham Kamel dari Grup Eurasia.
Pertempuran antara militer dan pemberontak telah memporak-porandakan Aleppo. Sementara konflik yang berlangsung selama 16 bulan itu mengakibatkan sebagian besar penduduk Suriah mengungsi ke negara tetangga, salah satunya Turki.
()