Indonesia ikut latihan Pich Black di Australia
Jum'at, 27 Juli 2012 - 16:06 WIB
Indonesia ikut latihan Pich Black di Australia
A
A
A
Sindonews.com – Militer Indonesia untuk pertama kalinya ambil bagian dalam latihan perang udara di Australia dengan membawa empat pesawat Pesawat Sukhoi Su-30. Latihan perang udara tersebut dimulai tanggal Jumat, 27 Juli ini.
Kapten David Thiele, dari Angkatan Udara Australia, Royal Australiam Air Force Group mengatakan, Pemerintah Indonesia telah memutuskan mengikuti latihan militer itu untuk meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara.
"Keputusan militer Indonesia mengikuti latihan militer ini merupakan bentuk penguatan hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia, khususnya dalam hal kerjasama militer," ungkap Thiele, seperti diberitakan RadioAustralia, Jumat (27/7/2012).
Latihan perang yang diberinama "Pich Black" ini rencannya akan digelar selama tiga minggu di pangkalan udara Tindal di kota Darwin, Australia. Latihan militer itu akan diadakan secara rutin setiap dua tahun sekali. Militer dan pesawat jet tempur dari Australia, Singapura, Thailand dan Amerika Serikat (AS), turut hadir dalam latihan perang udara ini.
Latihan perang udara itu juga menjadi sebuah pengalaman pertama bagi Angkatan Udara Australia beraksi bersama pesawat tempur Sukhoi SU-30, buatan Rusia milik Indonesia. Pesawat Sukhoi Su-30 telah dirancang untuk menandingi pesawat jet tempur buatan AS, FA-18, yang digunakan angkatan udara Australia dan AS.
Saat ini, Pemerintah Indonesia dan Australia sedang melakukan proses negosiasi dalam bidang kerjasama militer. Kerjasama tersebut mencuat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard mengadakan pertemuan pada awal bulan ini.
Kapten David Thiele, dari Angkatan Udara Australia, Royal Australiam Air Force Group mengatakan, Pemerintah Indonesia telah memutuskan mengikuti latihan militer itu untuk meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara.
"Keputusan militer Indonesia mengikuti latihan militer ini merupakan bentuk penguatan hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia, khususnya dalam hal kerjasama militer," ungkap Thiele, seperti diberitakan RadioAustralia, Jumat (27/7/2012).
Latihan perang yang diberinama "Pich Black" ini rencannya akan digelar selama tiga minggu di pangkalan udara Tindal di kota Darwin, Australia. Latihan militer itu akan diadakan secara rutin setiap dua tahun sekali. Militer dan pesawat jet tempur dari Australia, Singapura, Thailand dan Amerika Serikat (AS), turut hadir dalam latihan perang udara ini.
Latihan perang udara itu juga menjadi sebuah pengalaman pertama bagi Angkatan Udara Australia beraksi bersama pesawat tempur Sukhoi SU-30, buatan Rusia milik Indonesia. Pesawat Sukhoi Su-30 telah dirancang untuk menandingi pesawat jet tempur buatan AS, FA-18, yang digunakan angkatan udara Australia dan AS.
Saat ini, Pemerintah Indonesia dan Australia sedang melakukan proses negosiasi dalam bidang kerjasama militer. Kerjasama tersebut mencuat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard mengadakan pertemuan pada awal bulan ini.
()