Hashim Qandil jabat PM Mesir
Selasa, 24 Juli 2012 - 19:37 WIB
Hashim Qandil jabat PM Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Mesir Mohammed Morsi telah menunjuk Hashim Qandil (40) sebagai Perdana Menteri (PM) baru. Mantan Menteri Sumber Daya Air dan Irigasi ini terpilih dari sekian kandidat yang telah ditetapkan Presiden Morsi.
"Pengangkatan tokoh patriotik dan independen ini diharapkan dapat berbagai permasalahan di Mesir secara efisien dan efektif," kata juru bicara Morsi itu, Yasser Ali, seperti dikutip Presstv, Selasa (24/7/2012).
Sebuah televisi Pemerintah Mesir melaporkan, Morsi mengumumkan Qandil akan menjabat posisi PM pada Selasa 24 Juli. Penunjukan Qandil dilakukan sebulan setelah Presiden Morsi dilantik sebagai presiden sipil pertama Mesir yang dipilih secara demokratis.
Morsi telah berjanji untuk memilih seseorang dari luar kelompok Ikhwanul Muslimin untuk memimpin pemerintah persatuan. Ke depan belum diketahui apakah Qandil akan menjadi kepala kementerian kunci yang mengawasi hubungan luar negeri, anggaran negara, dan aparat keamanan.
Saat ini, militer Mesir yang mengambil alih kekuasaan setelah penggulingan Hosni Mubarak tahun lalu, masih memegang kendali atas pergerakan politik Mesir. Pihak militer telah mengatakan pemerintah tidak akan mampu untuk menunjuk Menteri Pertahanan.
Sebelum menjabat PM, Qandil memperoleh gelar Master dan Doktor dari University of North Carolina. Kemudian bekerja di Bank Pembangunan Afrika dengan fokus pada negara-negara Nil Basin. Dia juga pernah menjadi bagian dari misi internasional untuk Mesir terkait masalah air Nil di Sudan.
"Pengangkatan tokoh patriotik dan independen ini diharapkan dapat berbagai permasalahan di Mesir secara efisien dan efektif," kata juru bicara Morsi itu, Yasser Ali, seperti dikutip Presstv, Selasa (24/7/2012).
Sebuah televisi Pemerintah Mesir melaporkan, Morsi mengumumkan Qandil akan menjabat posisi PM pada Selasa 24 Juli. Penunjukan Qandil dilakukan sebulan setelah Presiden Morsi dilantik sebagai presiden sipil pertama Mesir yang dipilih secara demokratis.
Morsi telah berjanji untuk memilih seseorang dari luar kelompok Ikhwanul Muslimin untuk memimpin pemerintah persatuan. Ke depan belum diketahui apakah Qandil akan menjadi kepala kementerian kunci yang mengawasi hubungan luar negeri, anggaran negara, dan aparat keamanan.
Saat ini, militer Mesir yang mengambil alih kekuasaan setelah penggulingan Hosni Mubarak tahun lalu, masih memegang kendali atas pergerakan politik Mesir. Pihak militer telah mengatakan pemerintah tidak akan mampu untuk menunjuk Menteri Pertahanan.
Sebelum menjabat PM, Qandil memperoleh gelar Master dan Doktor dari University of North Carolina. Kemudian bekerja di Bank Pembangunan Afrika dengan fokus pada negara-negara Nil Basin. Dia juga pernah menjadi bagian dari misi internasional untuk Mesir terkait masalah air Nil di Sudan.
()