Sudan & Sudan Selatan batal berunding
Minggu, 22 Juli 2012 - 10:57 WIB
Sudan & Sudan Selatan batal berunding
A
A
A
Sindonews.com - Sudan Selatan secara langsung membatalkan rencana perundingan dengan Sudan. Pembatalan itu dilakukan, karena Sudan Selatan menuding Sudan masih melakukan serangan ke wilayahnya.
"Kami tidak punya pilihan lain, kami terpaksa menunda pembicaraan dengan Sudan," ungkap Atuf Kiir, Juru bicara Sudan Selatan seperti dilansir dalam BBC, Minggu (22/7/2012).
Keputusan pemerintah Sudan Selatan muncul setelah militer mereka menuduh Sudan sebagai dalang di balik serangan udara pada 20 Juli lalu. Dua orang tentara dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh negosiator Sudan, Omar Dahab.
"Sudan Angkatan Bersenjata (Sudanese Armed Forces, SAF) tidak melanggar wilayah Sudan Selatan," ungkap Omar Dahab.
Dahab menegaskan, pemberontak Darfut mencoba menyerang wilayah Sudan dengan menyusup melalui Sudan Selatan. Serangan yang dilakukan oleh tentara Sudan merupakan bentuk respon terhadap pemberontak Darfur.
Nampaknya, serangan udara di perbatasan Bahr el-GHazal telah memupuskan harapan bagi kedua belah pihak untuk berdamai. Kedua belah pihak dijadwalkan melakukan perundingan di ibu kota Addis Ababa, Ethiopia untuk membicarakan masalah ini.
Sementara itu, PBB telah memberikan tenggat waktu bagi Sudan dan Sudan Selatan hingga 2 Agustus mendatang untuk menyelesaikan sengketa wilayah di antara kedua negara tersebut. Atas kegagalan perundingan tersebut, sebagai gantinya perundingan akan dilakukan melalui panel Afrika Utara (AU).
"Kami tidak punya pilihan lain, kami terpaksa menunda pembicaraan dengan Sudan," ungkap Atuf Kiir, Juru bicara Sudan Selatan seperti dilansir dalam BBC, Minggu (22/7/2012).
Keputusan pemerintah Sudan Selatan muncul setelah militer mereka menuduh Sudan sebagai dalang di balik serangan udara pada 20 Juli lalu. Dua orang tentara dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh negosiator Sudan, Omar Dahab.
"Sudan Angkatan Bersenjata (Sudanese Armed Forces, SAF) tidak melanggar wilayah Sudan Selatan," ungkap Omar Dahab.
Dahab menegaskan, pemberontak Darfut mencoba menyerang wilayah Sudan dengan menyusup melalui Sudan Selatan. Serangan yang dilakukan oleh tentara Sudan merupakan bentuk respon terhadap pemberontak Darfur.
Nampaknya, serangan udara di perbatasan Bahr el-GHazal telah memupuskan harapan bagi kedua belah pihak untuk berdamai. Kedua belah pihak dijadwalkan melakukan perundingan di ibu kota Addis Ababa, Ethiopia untuk membicarakan masalah ini.
Sementara itu, PBB telah memberikan tenggat waktu bagi Sudan dan Sudan Selatan hingga 2 Agustus mendatang untuk menyelesaikan sengketa wilayah di antara kedua negara tersebut. Atas kegagalan perundingan tersebut, sebagai gantinya perundingan akan dilakukan melalui panel Afrika Utara (AU).
()