3 WNI jadi korban penembakan di AS
Sabtu, 21 Juli 2012 - 14:10 WIB
3 WNI jadi korban penembakan di AS
A
A
A
Sindonews.com - Tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam insiden penembakan di premier Batman “The Dark Knight Rise” di the Century 16 Movie Theater Aurora, Colorado, Amerika Serikat (AS), pada Jumat 20 Juli 2012, sekira pukul 00.30 waktu setempat.
Ketiga WNI tersebut merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Terdiri dari Anggiat M Situmeang (45), menderita luka memar di mata sebelah kiri akibat serpihan dinding, Rita Paulina Situmeang berusia (45), menderita luka tembak di lengan dan kaki kiri, dan Prodeo Et Patria Situmeang (15), menderita luka tembak di lengan dan kaki kiri.
Saat ini, sang ibu dan anak masih dirawat di rumah sakit Denver Health Medical Center.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles (LA) telah menerima informasi mengenai tiga WNI yang terluka dalam peristiwa penembakan itu.
Berdasarkan keterangan Kemenlu RI, sebanyak 71 orang menjadi korban penembakan tersebut. Sekira 12 orang diantaranya tewas di tempat, dan dua orang lainnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit. Sementara korban luka, dilarikan ke enam rumah sakit setempat guna mendapatkan perawatan itensif.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku, sudah melakukan komunikasi langsung dengan keluarga korban.
“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian yang menimpa pihak keluarga. Kemenlu dan perwakilan RI di Los Angeles akan sepenuhnya memberikan bantuan yang diperlukan pihak keluarga dalam proses perawatan ketiga WNI,” terang Marty dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (21/7/2012).
Marty menambahkan, Kemenlu RI telah menginstruksikan perwakilan LA untuk mendampingi ketiga WNI dalam menjalani masa perawatan di rumah sakit.
Saat ini, Konjen RI di Los Angeles telah berangkat menuju Denver untuk memberikan bantuan langsung yang diperlukan oleh ketiga WNI tersebut.
Ketiga WNI tersebut merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Terdiri dari Anggiat M Situmeang (45), menderita luka memar di mata sebelah kiri akibat serpihan dinding, Rita Paulina Situmeang berusia (45), menderita luka tembak di lengan dan kaki kiri, dan Prodeo Et Patria Situmeang (15), menderita luka tembak di lengan dan kaki kiri.
Saat ini, sang ibu dan anak masih dirawat di rumah sakit Denver Health Medical Center.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles (LA) telah menerima informasi mengenai tiga WNI yang terluka dalam peristiwa penembakan itu.
Berdasarkan keterangan Kemenlu RI, sebanyak 71 orang menjadi korban penembakan tersebut. Sekira 12 orang diantaranya tewas di tempat, dan dua orang lainnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit. Sementara korban luka, dilarikan ke enam rumah sakit setempat guna mendapatkan perawatan itensif.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku, sudah melakukan komunikasi langsung dengan keluarga korban.
“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian yang menimpa pihak keluarga. Kemenlu dan perwakilan RI di Los Angeles akan sepenuhnya memberikan bantuan yang diperlukan pihak keluarga dalam proses perawatan ketiga WNI,” terang Marty dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (21/7/2012).
Marty menambahkan, Kemenlu RI telah menginstruksikan perwakilan LA untuk mendampingi ketiga WNI dalam menjalani masa perawatan di rumah sakit.
Saat ini, Konjen RI di Los Angeles telah berangkat menuju Denver untuk memberikan bantuan langsung yang diperlukan oleh ketiga WNI tersebut.
()