Awas, Asia Selatan rentan longsor!
Rabu, 18 Juli 2012 - 19:40 WIB
Awas, Asia Selatan rentan longsor!
A
A
A
Sindonews.com – Asia Selatan kian rentan terhadap bencana tanah longsor. Frekuensi dan intensitas tanah longsor di wilayah ini diperkirakan sedang meningkat.
Sekitar 80 orang tewas dalam tanah longsor dipicu gempa di Afghanistan bagian utara baru-baru ini. Gempa bumi diduga sebagai salah satu penyebab tanah longsor. Sementara bulan Juni lalu terdapat 110 orang tewas di wilayah Chittagong, Bangladesh akibat tanah longsor dan banjir.
Tanah longsor sering terjadi di berbagai daerah perbukitan, khususnya di Hindu Kush, kaki bukit Himalaya. Selama musim hujan yang berlangsung selama empat bulan hingga September 2012, bencana tanah longsor akan cenderung meningkat. Seperti dilansir BBC, Rabu (18/7/2012).
’’Kejadian tanah longsor terus mengalami peningkatan di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir," kata spesialis bencana geologi dan peneliti Asosiasi Penanganan Bencana (South Asian Association for Regional Cooperation/SAARC) di Delhi, India, Mriganka Ghattak.
SAARC melaporkan, tanah longsor lebih sering terjadi dibanding tahun sebelumnya, terutama di bagian utara India, Nepal, Pakistan, Afghanistan, dan beberapa daerah di Bangladesh. Namun, daerah yang terkena dampak utama adalah di wilayah Hindu Kush Himalaya (HKH), meski kondisi geologi daerah itu cukup dinamis.
Sementara itu, tim ilmuwan juga mengatakan beberapa tahun terakhir pola curah hujan cenderung ekstrem dan gempa diprediksi bakal terus meningkat.
Sekitar 80 orang tewas dalam tanah longsor dipicu gempa di Afghanistan bagian utara baru-baru ini. Gempa bumi diduga sebagai salah satu penyebab tanah longsor. Sementara bulan Juni lalu terdapat 110 orang tewas di wilayah Chittagong, Bangladesh akibat tanah longsor dan banjir.
Tanah longsor sering terjadi di berbagai daerah perbukitan, khususnya di Hindu Kush, kaki bukit Himalaya. Selama musim hujan yang berlangsung selama empat bulan hingga September 2012, bencana tanah longsor akan cenderung meningkat. Seperti dilansir BBC, Rabu (18/7/2012).
’’Kejadian tanah longsor terus mengalami peningkatan di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir," kata spesialis bencana geologi dan peneliti Asosiasi Penanganan Bencana (South Asian Association for Regional Cooperation/SAARC) di Delhi, India, Mriganka Ghattak.
SAARC melaporkan, tanah longsor lebih sering terjadi dibanding tahun sebelumnya, terutama di bagian utara India, Nepal, Pakistan, Afghanistan, dan beberapa daerah di Bangladesh. Namun, daerah yang terkena dampak utama adalah di wilayah Hindu Kush Himalaya (HKH), meski kondisi geologi daerah itu cukup dinamis.
Sementara itu, tim ilmuwan juga mengatakan beberapa tahun terakhir pola curah hujan cenderung ekstrem dan gempa diprediksi bakal terus meningkat.
()