Liberia pimpin kampanye setop proliferasi senjata
Selasa, 17 Juli 2012 - 19:46 WIB
Liberia pimpin kampanye setop proliferasi senjata
A
A
A
Sindonews.com – Perdagangan narkoba dan senjata ilegal makin menghantui masyarakat di Afrika. Akibatnya, pengaruh narkoba dan senjata ilegal telah memicu pemberontakan di seluruh Afrika.
Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf mengatakan, aktivitas kelompok militan yang terus meningkat telah mengganggu keamanan di Afrika. Kelompok militan seperti Boko Haram di Nigeria dan al-Shabab di Somalia menyebabkan transaksi jual-beli narkoba dan senjata terus meningkat. Selain itu, serangan terbaru oleh militan Ansar Dine di Mali juga mengancam ketenangan warga sipil.
Sirleaf menegaskan bahwa dirinya akan mendesak negara-negara yang memproduksi senjata untuk menandatangani perjanjian guna menghentikan proliferasi senjata. ’’Liberia akan memimpin kampanye untuk mencoba mengatasi ancaman tersebut,” ujar Sirleaf di sela-sela pertemuan puncak Uni Afrika di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa, seperti dilansir BBC, Selasa (17/7/2012).
Pertemuan Uni Afrika sebelumnya menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk campur tangan dalam konflik yang sedang berlangsung di Mali. Pemberontak Tuareg dan kelompok Islam mengambil alih bagian utara Mali setelah kudeta.
Militer merebut kekuasaan di Mali sejak bulan Maret. Sementara kelompok militan menuduh pemerintah terpilih tidak berbuat cukup untuk menghentikan gerakkan kelompok-kelompok Islam.
Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf mengatakan, aktivitas kelompok militan yang terus meningkat telah mengganggu keamanan di Afrika. Kelompok militan seperti Boko Haram di Nigeria dan al-Shabab di Somalia menyebabkan transaksi jual-beli narkoba dan senjata terus meningkat. Selain itu, serangan terbaru oleh militan Ansar Dine di Mali juga mengancam ketenangan warga sipil.
Sirleaf menegaskan bahwa dirinya akan mendesak negara-negara yang memproduksi senjata untuk menandatangani perjanjian guna menghentikan proliferasi senjata. ’’Liberia akan memimpin kampanye untuk mencoba mengatasi ancaman tersebut,” ujar Sirleaf di sela-sela pertemuan puncak Uni Afrika di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa, seperti dilansir BBC, Selasa (17/7/2012).
Pertemuan Uni Afrika sebelumnya menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk campur tangan dalam konflik yang sedang berlangsung di Mali. Pemberontak Tuareg dan kelompok Islam mengambil alih bagian utara Mali setelah kudeta.
Militer merebut kekuasaan di Mali sejak bulan Maret. Sementara kelompok militan menuduh pemerintah terpilih tidak berbuat cukup untuk menghentikan gerakkan kelompok-kelompok Islam.
()