AS rilis obat HIV
Selasa, 17 Juli 2012 - 16:40 WIB
AS rilis obat HIV
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) merilis pil yang dapat menyembuhkan Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk pertama kalinya. Pil Truvada mampu memerangi virus HIV pada pasien yang berisiko tinggi dengan memperlambat penyebaran virus.
Pemerintah AS secara resmi menyetujui penggunaan Pil Truvada untuk mencegah penyebaran HIV. Beberapa dokter dilaporkan sudah meresepkan Pil Truvada untuk mencegah penyebaran virus HIV. Seperti dilansir Aljazeera, Selasa (17/7/2012).
Pil Truvada menjadi tonggak dalam pertempuran 30-tahun melawan virus HIV yang diyakini menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Lembaga Food and Drug Administration (FDA) menyetujui Pil Truvada karya Gilead Sciences sebagai upaya pencegahan bagi orang yang berisiko tinggi tertular HIV.
Penularan virus HIV biasanya terjadi melalui aktivitas seksual, seperti yang memiliki pasangan yang terinfeksi HIV. Pil Truvada dapat mengurangi infeksi sebesar 75 persen pada pasangan heteroseksual, di mana salah satu pasangan yang terinfeksi HIV dan yang lainnya tidak.
Saat ini, sebanyak 240.000 pembawa HIV di AS tidak menyadari status mereka. Sementara para peneliti mengungkapkan, virus HIV akan berkembang menjadi AIDS jika tidak diobati dengan antivirus. Karena itu, para dokter dan pasien terus mencari metode baru untuk memerangi penyebaran virus HIV.
Pendukung kesehatan publik mengatakan, persetujuan itu dapat membantu memperlambat penyebaran HIVyang menginfeksi 50.000 penderita baru per tahun selama 15 tahun terakhir di AS.
Pemerintah AS secara resmi menyetujui penggunaan Pil Truvada untuk mencegah penyebaran HIV. Beberapa dokter dilaporkan sudah meresepkan Pil Truvada untuk mencegah penyebaran virus HIV. Seperti dilansir Aljazeera, Selasa (17/7/2012).
Pil Truvada menjadi tonggak dalam pertempuran 30-tahun melawan virus HIV yang diyakini menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Lembaga Food and Drug Administration (FDA) menyetujui Pil Truvada karya Gilead Sciences sebagai upaya pencegahan bagi orang yang berisiko tinggi tertular HIV.
Penularan virus HIV biasanya terjadi melalui aktivitas seksual, seperti yang memiliki pasangan yang terinfeksi HIV. Pil Truvada dapat mengurangi infeksi sebesar 75 persen pada pasangan heteroseksual, di mana salah satu pasangan yang terinfeksi HIV dan yang lainnya tidak.
Saat ini, sebanyak 240.000 pembawa HIV di AS tidak menyadari status mereka. Sementara para peneliti mengungkapkan, virus HIV akan berkembang menjadi AIDS jika tidak diobati dengan antivirus. Karena itu, para dokter dan pasien terus mencari metode baru untuk memerangi penyebaran virus HIV.
Pendukung kesehatan publik mengatakan, persetujuan itu dapat membantu memperlambat penyebaran HIVyang menginfeksi 50.000 penderita baru per tahun selama 15 tahun terakhir di AS.
()