Truk buruh tertabrak kereta, 26 tewas
Sabtu, 14 Juli 2012 - 17:04 WIB
Truk buruh tertabrak kereta, 26 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 26 orang dilaporkan tewas dalam sebuah insiden tabrakan antara kereta api pengangkut batu bara dengan truk pengangkut barang seberat empat ton di dekat kota Malelane, Afrika Selatan.
Pihak berwenang mengatakan, kecelakaan ini terjadi 07.30 pagi waktu setempat. Truk nahas tersebut, terseret 1 sampai 2 kilometer. Sejumlah mayat ditemukan dalam keadaan sudah terpotong-potong.
Truk nahas tersebut mengangkut 40 orang buruh, sebagian besar dari mereka yang selamat menderita luka parah. Petugas evakuasi mengambarkan kondisi korban sangat mengerikan sementara sopir truk berhasil selamat dari kecelakaan tersebut.
Juru bicara Departemen Provinsi Keselamatan Masyarakat, Joseph Mabuza mengatakan ini adalah kecelakaan kereta api terburuk sejak tahun 1994.
"Kecelakaan tersebut terjadi ketika pengendara truk hendak melintasi rel, dan tiba-tiba kereta pengangkut batu bara muncul dan menyeret truk sejauh 1 hingga 2 km," ungkap Kepala Departemen Komunitas Keamanan Thulani Sibuyi, seperti diberitakan dalam ABCnet.au, Sabtu (14/7/2012).
"Mayat-mayat berserakan di jalan," imbuhnya.
Sementara itu, perusahaan pengelola jasa kereta api Transnet mengatakan, kecelakaan ini disebabkan karena pengemudi truk gagal berhenti sebelum melintasi rel kereta api.
Federasi buruh terbesar negara itu, Kongres Serikat Dagang Afrika Selatan (COSATU) mengatakan kecelakaan tersebut disebabkan karena buruknya kondisi kerja. Para buruh diangkut dalam truk terbuka. Kecelakaan ini menunjukan perlunya pemeriksaan ulang atas semua lintasan kereta api selain itu perusahaan pengelola kereta api sebaiknya memasang tanda-tanda peringatan agar para supir yang hendak melintas lebih berhati-hati
Pihak berwenang mengatakan, kecelakaan ini terjadi 07.30 pagi waktu setempat. Truk nahas tersebut, terseret 1 sampai 2 kilometer. Sejumlah mayat ditemukan dalam keadaan sudah terpotong-potong.
Truk nahas tersebut mengangkut 40 orang buruh, sebagian besar dari mereka yang selamat menderita luka parah. Petugas evakuasi mengambarkan kondisi korban sangat mengerikan sementara sopir truk berhasil selamat dari kecelakaan tersebut.
Juru bicara Departemen Provinsi Keselamatan Masyarakat, Joseph Mabuza mengatakan ini adalah kecelakaan kereta api terburuk sejak tahun 1994.
"Kecelakaan tersebut terjadi ketika pengendara truk hendak melintasi rel, dan tiba-tiba kereta pengangkut batu bara muncul dan menyeret truk sejauh 1 hingga 2 km," ungkap Kepala Departemen Komunitas Keamanan Thulani Sibuyi, seperti diberitakan dalam ABCnet.au, Sabtu (14/7/2012).
"Mayat-mayat berserakan di jalan," imbuhnya.
Sementara itu, perusahaan pengelola jasa kereta api Transnet mengatakan, kecelakaan ini disebabkan karena pengemudi truk gagal berhenti sebelum melintasi rel kereta api.
Federasi buruh terbesar negara itu, Kongres Serikat Dagang Afrika Selatan (COSATU) mengatakan kecelakaan tersebut disebabkan karena buruknya kondisi kerja. Para buruh diangkut dalam truk terbuka. Kecelakaan ini menunjukan perlunya pemeriksaan ulang atas semua lintasan kereta api selain itu perusahaan pengelola kereta api sebaiknya memasang tanda-tanda peringatan agar para supir yang hendak melintas lebih berhati-hati
()