Runner-up presiden Meksiko layangkan gugatan hukum
Jum'at, 13 Juli 2012 - 13:52 WIB
Runner-up presiden Meksiko layangkan gugatan hukum
A
A
A
Sindonews.com - Masih tidak terima dengan hasil perhitungan suara ulang, Andres Manuel Lopez Obrador kandidat presiden dari Partai Democratic Revolution (PRD) mengajukan hukum atas hasil pemungutan suara pemilu presiden 1 Juli lalu kepada Komisi pemilihan umum Meksiko (IFE).
Lopez Obrador mengatakan akan membuktikan dari mana asal uang haram yang digunakan Enrique Pena Nieto untuk melakukan praktik pembelian suara. "Pembelian dan manipulasi jutaan suara tidak bisa memastikan hasil suara secara keseluruhan," ungkap Lopes Obrador, seperti diberitakan dalam BBC, Jumat (13/7/2012).
Lopes Obrador menegaskan, berdasarkan artikel 14 dalam konstitusi, tertulis pemilihan umum harus dilakukan dengan bebas dan adil. Dia bersih keras membantah hasil perhitungan ulang dan ingin agar hasil perhitungan suara tersebut tidak disahkan. Klaim gugatan hukum ini diajukan beberapa jam sebelum batas waktu pengajuan klaim ditutup.
Sebelumnya, IFE mengumumkan hasil perhitungan suara ulang tidak merubah kemenangan Enrique Pena Nieto, kandidat Presiden dari Partai Revolusioner Institusional (PRI). Berdasarkan hasil perhitungan suara ulang, Nieto tetap unggul 6,7 poin dari Lopez Obrador, dengan memenangkan 38,2 persen suara.
Lopez Obrador mengatakan akan membuktikan dari mana asal uang haram yang digunakan Enrique Pena Nieto untuk melakukan praktik pembelian suara. "Pembelian dan manipulasi jutaan suara tidak bisa memastikan hasil suara secara keseluruhan," ungkap Lopes Obrador, seperti diberitakan dalam BBC, Jumat (13/7/2012).
Lopes Obrador menegaskan, berdasarkan artikel 14 dalam konstitusi, tertulis pemilihan umum harus dilakukan dengan bebas dan adil. Dia bersih keras membantah hasil perhitungan ulang dan ingin agar hasil perhitungan suara tersebut tidak disahkan. Klaim gugatan hukum ini diajukan beberapa jam sebelum batas waktu pengajuan klaim ditutup.
Sebelumnya, IFE mengumumkan hasil perhitungan suara ulang tidak merubah kemenangan Enrique Pena Nieto, kandidat Presiden dari Partai Revolusioner Institusional (PRI). Berdasarkan hasil perhitungan suara ulang, Nieto tetap unggul 6,7 poin dari Lopez Obrador, dengan memenangkan 38,2 persen suara.
()