AS-China bahas sengketa Laut China Selatan
Kamis, 12 Juli 2012 - 22:02 WIB
AS-China bahas sengketa Laut China Selatan
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) mendesak negara-negara Asia Tenggara agar menanggulangi sengketa wilayah seperti pertikaian atas Laut China Selatan dengan bekerjasama dan melalui saluran diplomatik. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mendesak pemerintah-pemerintah kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) untuk mengeksplorasi kemungkinan melakukan usaha bersama dalam memanfaatkan laut yang kaya sumber daya alam itu.
Clinton menekankan perlunya sebuah kesepakatan mengenai prosedur yang jelas dalam menyelesaikan sengketa si Laut China Selatan, dalam pidato yang dipersiapkan untuk pertemuan ASEAN, Kamis (12/7/2012), seperti dikutip dari VOA.
Menlu AS juga mengatakan, China mungkin siap melangsungkan pembicaraan dengan negara-negara tetangganya mengenai aturan prilaku untuk menyelesaikan sengketa wilayah tersebut. AS mengisyaratkan kesediaan negaranya untuk ikut dalam perundingan. Pembicaraan itu bisa dimulai secepatnya bukan September.
Clinton menghadiri pertemuan dan mengadakan pertemuan terpisah dengan para menteri luar negeri dari kawasan itu, termasuk pembicaraan utama dengan Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi. Pasalnya, Brunei Darussalam, China, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam mengklaim memiliki seluruh atau sebagian Laut China Selatan, yang mempunyai sumber-sumber perikanan yang luas dan potensi sumber migas.
Clinton menekankan perlunya sebuah kesepakatan mengenai prosedur yang jelas dalam menyelesaikan sengketa si Laut China Selatan, dalam pidato yang dipersiapkan untuk pertemuan ASEAN, Kamis (12/7/2012), seperti dikutip dari VOA.
Menlu AS juga mengatakan, China mungkin siap melangsungkan pembicaraan dengan negara-negara tetangganya mengenai aturan prilaku untuk menyelesaikan sengketa wilayah tersebut. AS mengisyaratkan kesediaan negaranya untuk ikut dalam perundingan. Pembicaraan itu bisa dimulai secepatnya bukan September.
Clinton menghadiri pertemuan dan mengadakan pertemuan terpisah dengan para menteri luar negeri dari kawasan itu, termasuk pembicaraan utama dengan Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi. Pasalnya, Brunei Darussalam, China, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam mengklaim memiliki seluruh atau sebagian Laut China Selatan, yang mempunyai sumber-sumber perikanan yang luas dan potensi sumber migas.
()