Presiden Sudan minta rakyat berhenti demo
Kamis, 12 Juli 2012 - 10:09 WIB
Presiden Sudan minta rakyat berhenti demo
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Sudan, Omar al-Bashir mengeluarkan peringatan kepada para demonstran agar berhenti menggelar aksi protes kenaikan bahan bakar. Al-Bashir menyebut aksi tersebut akan memanaskan kembali gejolak di dunia Arab.
“Penghapusan subsidi harga bahan bakar awal Juni lalu dilakukan demi kepentingan publik Sudan. Demonstran berbicara tentang Arab Spring (kebangkitan dunia Arab). Saya sebaiknya mengatakan, kita yang berada di Sudan telah mengalami musim panas yang membakar, situasi ini bukan hanya membakar rakyat Sudan tetapi juga membakar semua musuh rakyat Sudan," ungkap al-Bashir seperti diberitakan RIA Novosti, Kamis (12/7/2012).
Sebulan yang lalu, mahasiswa Universitas Khartoum mengelar aksi protes menentang penghapusan subsidi harga bahan bakar. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Khartoum menjadi pemicu digelarnya aksi protes di berbagai wilayah Sudan di timur dan pusat.
Kenaikan harga bahan bakar disebabkan oleh defisit pendapatan sebesar USD2,4 miliar. Paska Sudan Selatan memerdekakan diri dari Sudan, mereka mengambil sebagian besar cadangan minyak Sudan.
Namun, guna mengangkut minyak menuju pelabuhan, ekspor minyak Sudan Selatan masih mengandalkan jaringan pipa milik Sudan.
Produksi minyak di Sudan Selatan yang berhenti paska kebuntuan diskusi Januari 2012, membuat ekonomi Sudan anjlok. Tingkat inflasi Sudan menembus 28,6 persen pada April dan naik menjadi 30,4 persen pada Mei lalu.
“Penghapusan subsidi harga bahan bakar awal Juni lalu dilakukan demi kepentingan publik Sudan. Demonstran berbicara tentang Arab Spring (kebangkitan dunia Arab). Saya sebaiknya mengatakan, kita yang berada di Sudan telah mengalami musim panas yang membakar, situasi ini bukan hanya membakar rakyat Sudan tetapi juga membakar semua musuh rakyat Sudan," ungkap al-Bashir seperti diberitakan RIA Novosti, Kamis (12/7/2012).
Sebulan yang lalu, mahasiswa Universitas Khartoum mengelar aksi protes menentang penghapusan subsidi harga bahan bakar. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Khartoum menjadi pemicu digelarnya aksi protes di berbagai wilayah Sudan di timur dan pusat.
Kenaikan harga bahan bakar disebabkan oleh defisit pendapatan sebesar USD2,4 miliar. Paska Sudan Selatan memerdekakan diri dari Sudan, mereka mengambil sebagian besar cadangan minyak Sudan.
Namun, guna mengangkut minyak menuju pelabuhan, ekspor minyak Sudan Selatan masih mengandalkan jaringan pipa milik Sudan.
Produksi minyak di Sudan Selatan yang berhenti paska kebuntuan diskusi Januari 2012, membuat ekonomi Sudan anjlok. Tingkat inflasi Sudan menembus 28,6 persen pada April dan naik menjadi 30,4 persen pada Mei lalu.
()