Protes penahanan ulama Syiah, 2 orang tewas
Selasa, 10 Juli 2012 - 09:43 WIB
Protes penahanan ulama Syiah, 2 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com – Masyarakat Syiah di Saudi timur sering mengeluh diperlakukan tidak adil. Dua orang tewas di Arab Saudi dalam protes menentang penahanan seorang ulama Syiah.
Seperti dilansir dari BBC, Selasa (10/7/2012), para aktivis mengatakan Akbar al-Shakuri dan Mohammed al-Filfil ditembak polisi saat menghadiri demonstrasi di Qatif, kota di timur Saudi. Sementara Kementrian Dalam Negeri menyatakan tidak ada bentrokan dengan polisi dan insiden itu tengah diselidiki.
Sebelumnya, para pejabat mengatakan ulama itu, Sheikh Nimr al-Nimr, terluka dalam kecelakaan mobil saat aparat keamanan mengejarnya. Ulama itu mengatakan dalam pidato 10 hari lalu dia yakin penahanannya dapat menjadi "motivasi" unjuk rasa lebih lanjut yang menuntut reformasi, mengakhiri diskriminasi sektarian, dan dibebaskannya tahanan politik.
Penduduk mayoritas di kawasan timur Arab Saudi yang kaya minyak adalah warga Syiah. Sejauh ini, komunitas Syiah mengeluh mereka terpinggir di tangan kelompok Sunni yang memerintah.
Sebelumnya, telah terjadi unjuk rasa pada Maret 2011 lalu.
Pemberontakan terjadi di Bahrain yang penduduknya mayoritas Syiah dengan keluarga kerajaan Sunni. Pemberontakan di Bahrain itu diredam dengan bantuan pasukan Saudi dan negara-negara Teluk.
Seperti dilansir dari BBC, Selasa (10/7/2012), para aktivis mengatakan Akbar al-Shakuri dan Mohammed al-Filfil ditembak polisi saat menghadiri demonstrasi di Qatif, kota di timur Saudi. Sementara Kementrian Dalam Negeri menyatakan tidak ada bentrokan dengan polisi dan insiden itu tengah diselidiki.
Sebelumnya, para pejabat mengatakan ulama itu, Sheikh Nimr al-Nimr, terluka dalam kecelakaan mobil saat aparat keamanan mengejarnya. Ulama itu mengatakan dalam pidato 10 hari lalu dia yakin penahanannya dapat menjadi "motivasi" unjuk rasa lebih lanjut yang menuntut reformasi, mengakhiri diskriminasi sektarian, dan dibebaskannya tahanan politik.
Penduduk mayoritas di kawasan timur Arab Saudi yang kaya minyak adalah warga Syiah. Sejauh ini, komunitas Syiah mengeluh mereka terpinggir di tangan kelompok Sunni yang memerintah.
Sebelumnya, telah terjadi unjuk rasa pada Maret 2011 lalu.
Pemberontakan terjadi di Bahrain yang penduduknya mayoritas Syiah dengan keluarga kerajaan Sunni. Pemberontakan di Bahrain itu diredam dengan bantuan pasukan Saudi dan negara-negara Teluk.
()