Samaras fokus pada renegosiasi bailout
Sabtu, 07 Juli 2012 - 06:54 WIB
Samaras fokus pada renegosiasi bailout
A
A
A
Sindonews.com – Dalam pidato kenegaraannya yang pertama, Perdana Menteri Yunani, Antonis Samaras berjanji untuk fokus pada renegosiasi bailout. Selain itu, dia juga akan mengutamakan reformasi ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan Yunani.
Samaras mengungkapkan, negosiasi ulang bailout perlu dilakukan. Karena sejak bulan Februari, Uni Eropa dan pemberi pinjaman internasional memberlakukan target ketat pada reformasi ekonomi di Yunani. Namun, kekayaan nasional Yunani telah menyusut selama lima tahun terakhir.
Perekonomian Yunani yang terus melemah menyebabkan angka pengangguran semakin tinggi. Selain membebani negara, keterpurukan ekonomi juga mengurangi pendapatan pemerintah berupa penerimaan pajak.
"Dengan resesi yang tidak terkontrol, program kebutuhan pendanaan terus meningkat. Kami ingin ini berhenti dan mulai keluar dari jalan buntu tersebut. Untuk itu, Yunani memerlukan 'renegosiasi' sebagai solusi mengatasi krisis ekonomi," ujar Samaras.
Selama ini, tindakan mengurangi utang pemerintah, seperti menjual perusahaan negara, menurunkan upah minimum, meningkatkan pendapatan rumah tangga, mengurangi pengangguran justru merusak pertumbuhan ekonomi Yunani.
Ketakutan pemerintah bahwa negara ini semakin terjebak dalam lingkaran setan penghematan internasional diikuti penyusutan kekayaan atau resesi. Karena itu, sekarang Samaras berkomitmen untuk melacak penjualan aset negara guna meningkatkan pemasukan dalam negeri Yunani, seperti aset kereta api.
Saat ini, Yunani memang telah melewatkan target mengurangi utang, tetapi Samaras akan memastikan bahwa negara ini tetap berada di Zona Euro.
Samaras mengungkapkan, negosiasi ulang bailout perlu dilakukan. Karena sejak bulan Februari, Uni Eropa dan pemberi pinjaman internasional memberlakukan target ketat pada reformasi ekonomi di Yunani. Namun, kekayaan nasional Yunani telah menyusut selama lima tahun terakhir.
Perekonomian Yunani yang terus melemah menyebabkan angka pengangguran semakin tinggi. Selain membebani negara, keterpurukan ekonomi juga mengurangi pendapatan pemerintah berupa penerimaan pajak.
"Dengan resesi yang tidak terkontrol, program kebutuhan pendanaan terus meningkat. Kami ingin ini berhenti dan mulai keluar dari jalan buntu tersebut. Untuk itu, Yunani memerlukan 'renegosiasi' sebagai solusi mengatasi krisis ekonomi," ujar Samaras.
Selama ini, tindakan mengurangi utang pemerintah, seperti menjual perusahaan negara, menurunkan upah minimum, meningkatkan pendapatan rumah tangga, mengurangi pengangguran justru merusak pertumbuhan ekonomi Yunani.
Ketakutan pemerintah bahwa negara ini semakin terjebak dalam lingkaran setan penghematan internasional diikuti penyusutan kekayaan atau resesi. Karena itu, sekarang Samaras berkomitmen untuk melacak penjualan aset negara guna meningkatkan pemasukan dalam negeri Yunani, seperti aset kereta api.
Saat ini, Yunani memang telah melewatkan target mengurangi utang, tetapi Samaras akan memastikan bahwa negara ini tetap berada di Zona Euro.
()