Helikopter berisi surat suara ditembak di Libya
Sabtu, 07 Juli 2012 - 06:00 WIB
Helikopter berisi surat suara ditembak di Libya
A
A
A
Sindonews.com – Pejabat Libya mengatakan, sekelompok pria bersenjata telah menembak sebuah helikopter yang membawa surat hasil pemungutan suara untuk pemilihan umum. Kejadian ini menewaskan seorang pekerja pemilihan umum. Helikopter itu terpaksa melakukan pendaratan di dekat Benghazi.
Saat ini, identitas para penyerang belum diketahui, tetapi bagian timur Libya telah menjadi sasaran berbagai aksi kerusuhan yang digerakkan beberapa kelompok yang mencari otonomi daerah. Sebagaimana dilansir dalam BBC, Sabtu (7/7/2012).
Berita itu muncul setelah seorang bersenjata menanggapi keputusan tersebut dengan menutup tiga terminal minyak ekspor di wilayah timur. Sebagian penduduk geram setelah mendapat informasi bahwa wilayah barat diberikan kursi lebih banyak dalam 200 anggota Kongres Nasional yang baru, dibanding kawasan timur yang kaya sumber minyak mentah. Sistem tersebut mengalokasikan 100 kursi di sebelah barat, 60 untuk bagian timur, dan 40 sisanya ke selatan.
Sekitar setengah dari kapasitas ekspor minyak Libya telah ditutup sebagai protes terhadap penetapan sistem pembagian kursi anggota Kongres Nasional yang dinilai tidak adil. Jajak pendapat parlemen ini merupakan suara nasional pertama sejak Muammar Khadafi digulingkan tahun lalu.
Saat ini, identitas para penyerang belum diketahui, tetapi bagian timur Libya telah menjadi sasaran berbagai aksi kerusuhan yang digerakkan beberapa kelompok yang mencari otonomi daerah. Sebagaimana dilansir dalam BBC, Sabtu (7/7/2012).
Berita itu muncul setelah seorang bersenjata menanggapi keputusan tersebut dengan menutup tiga terminal minyak ekspor di wilayah timur. Sebagian penduduk geram setelah mendapat informasi bahwa wilayah barat diberikan kursi lebih banyak dalam 200 anggota Kongres Nasional yang baru, dibanding kawasan timur yang kaya sumber minyak mentah. Sistem tersebut mengalokasikan 100 kursi di sebelah barat, 60 untuk bagian timur, dan 40 sisanya ke selatan.
Sekitar setengah dari kapasitas ekspor minyak Libya telah ditutup sebagai protes terhadap penetapan sistem pembagian kursi anggota Kongres Nasional yang dinilai tidak adil. Jajak pendapat parlemen ini merupakan suara nasional pertama sejak Muammar Khadafi digulingkan tahun lalu.
()