Ukraina tolak pemakaian bahasa Rusia dalam RUU
Kamis, 05 Juli 2012 - 18:57 WIB
Ukraina tolak pemakaian bahasa Rusia dalam RUU
A
A
A
Sindonews.com – Lebih dari 200 orang pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Kiev pada Kamis (5/7/2012). Aksi unjuk rasa meletus setelah parlemen Ukraina menyetujui penggunaan bahasa Rusia dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Ukraina. Rakyat Ukraina menolak peraturan pemerintah yang ingin meningkatkan status bahasa Rusia.
Para demonstran membawa spanduk bertulisan, ’’Kebijakan Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych, yang anti-Ukraina memalukan. Ganyang Moskow". Seperti dilansir dari RIA Novosti, Kamis (5/7/2012).
Para pengunjuk rasa menyerukan pengusiran anggota parlemen pro-Rusia dari pemerintahan Ukraina. Unjuk rasa itu merupakan kelanjutan dari aksi protes yang melibatkan 1.000 dibawah komando Partai Oposisi di dekat Ukrainsky Dom, Rabu lalu.
Jika presiden menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang, bahasa Rusia akan ditetapkan menjadi bahasa daerah di beberapa wilayah yang selama ini menggunakannya sebagai bahasa ibu. Setidaknya 10 persen dari populasi Ukraina, atau 13 dari 27 wilayah administratif-teritorial di negeri ini, termasuk kota-kota Kiev dan Sevastopol.
Dalam RUU itu, Ukraina akan tetap menggunakan bahasa nasional, tetapi bahasa lain seperti Rusia, Bulgaria, Rumania dan Hungaria akan memperoleh status sebagai bahasa daerah secara resmi.
Para demonstran membawa spanduk bertulisan, ’’Kebijakan Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych, yang anti-Ukraina memalukan. Ganyang Moskow". Seperti dilansir dari RIA Novosti, Kamis (5/7/2012).
Para pengunjuk rasa menyerukan pengusiran anggota parlemen pro-Rusia dari pemerintahan Ukraina. Unjuk rasa itu merupakan kelanjutan dari aksi protes yang melibatkan 1.000 dibawah komando Partai Oposisi di dekat Ukrainsky Dom, Rabu lalu.
Jika presiden menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang, bahasa Rusia akan ditetapkan menjadi bahasa daerah di beberapa wilayah yang selama ini menggunakannya sebagai bahasa ibu. Setidaknya 10 persen dari populasi Ukraina, atau 13 dari 27 wilayah administratif-teritorial di negeri ini, termasuk kota-kota Kiev dan Sevastopol.
Dalam RUU itu, Ukraina akan tetap menggunakan bahasa nasional, tetapi bahasa lain seperti Rusia, Bulgaria, Rumania dan Hungaria akan memperoleh status sebagai bahasa daerah secara resmi.
()