Yasser Arafat diduga tewas diracun polonium
Rabu, 04 Juli 2012 - 15:39 WIB
Yasser Arafat diduga tewas diracun polonium
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah ilmuan dari lembaga penelitian Swiss menemukan bukti autentik, Yasser Arafat tewas diracuni oleh polonium.
Berdasarkan hasil temuan lembaga penelitian, Institut de Radiophysique di Lausanne, Swiss. Mantan Presiden Palestina Yasser Arafat tewas akibat racun polonium, sebuah elemen radioaktif yang sangat langka.
"Kami menemukan kandungan senyawa polonium 210 ditemukan dari cairan biologis milik Arafat," ungkap Direktur Penelitian Institut de Radiophysique Francois Bochud, seperti diberitakan dalam Presstv, Rabu, (4/7/2012).
Kami mendapatkan cairan bologis milik Arafat saat ia dirawat di rumah sakit Prancis sebelum ia meninggal. Sang istri, Suha Arafat memberikan cairan ini kepada Institut de Radiophysique setelah Arafat meninggal.
"Jika Suha sangat ingin memastikan penyebab kematian suaminya maka kami butuh sampel biologis dari suaminya, maksud saya melakukan penggalian terhadap jasad Arafat, senyawa polonium pasti lebih banyak terdapat dalam tubuh Arafat," tambah Bochud.
Yasser Arafat adalah mantan pemimpin Palestine Liberation Organization (PLO) meninggal dunia pada 11 November 2004 lalu beberapa minggu setelah menjalani pengobatan medis di Prancis.
Saat Arafat tewas, otoritas Prancis menolak mengungkap detail kematian Arafat atas dasar privasi. Kabar yang berkembang seputar kematian Arafat ia diracun dengan menggunakan senyawa thallium, salah satu unsur radioaktif.
Polonium merupakan salah satu elemen dari uranium-radium, bagian dari uranium-238. Polonium adalah unsur yang sangat jarang ditemukan di alam. Elemen terbentuk dalam batuan yang mengandung radium.
Berdasarkan hasil temuan lembaga penelitian, Institut de Radiophysique di Lausanne, Swiss. Mantan Presiden Palestina Yasser Arafat tewas akibat racun polonium, sebuah elemen radioaktif yang sangat langka.
"Kami menemukan kandungan senyawa polonium 210 ditemukan dari cairan biologis milik Arafat," ungkap Direktur Penelitian Institut de Radiophysique Francois Bochud, seperti diberitakan dalam Presstv, Rabu, (4/7/2012).
Kami mendapatkan cairan bologis milik Arafat saat ia dirawat di rumah sakit Prancis sebelum ia meninggal. Sang istri, Suha Arafat memberikan cairan ini kepada Institut de Radiophysique setelah Arafat meninggal.
"Jika Suha sangat ingin memastikan penyebab kematian suaminya maka kami butuh sampel biologis dari suaminya, maksud saya melakukan penggalian terhadap jasad Arafat, senyawa polonium pasti lebih banyak terdapat dalam tubuh Arafat," tambah Bochud.
Yasser Arafat adalah mantan pemimpin Palestine Liberation Organization (PLO) meninggal dunia pada 11 November 2004 lalu beberapa minggu setelah menjalani pengobatan medis di Prancis.
Saat Arafat tewas, otoritas Prancis menolak mengungkap detail kematian Arafat atas dasar privasi. Kabar yang berkembang seputar kematian Arafat ia diracun dengan menggunakan senyawa thallium, salah satu unsur radioaktif.
Polonium merupakan salah satu elemen dari uranium-radium, bagian dari uranium-238. Polonium adalah unsur yang sangat jarang ditemukan di alam. Elemen terbentuk dalam batuan yang mengandung radium.
()