Balas dendam, pemberontak Filipina tembak 11 tentara
Rabu, 25 April 2012 - 17:50 WIB
Balas dendam, pemberontak Filipina tembak 11 tentara
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Filipina mengatakan, 11 tentara Filipina dikabarkan tewas setelah disergap oleh kelompok pemberontak di Provinsi Ifugao, wilayah utara Filipina.
Juru bicara militer Pilipina Kolonel Miguel Puyao mengatakan, kelompok pemberontak menyerang iring-iringan tiga truk tentara yang sedang menuju ke markas besar mereka di Kiangan Kota.
Pembunuhan ini adalah kehilangan besar bagi tentara Filipina. Hanya dalam satu kali penyerangan, mereka harus kehilangan tentara dalam jumlah yang sangat besar.
"Selain 10 orang yang tewas, dua orang warga sipil juga menjadi korban penyerangan kelomok pemberontak New People's di sebuah desa, di propinsi Ifugao,” ujar Kepala Kepolisan Wilayah Utara Benjamin Magalong seperti dikutip Bellingham Herrald, Rabu (25/4/2012).
Hingga kini, pemeritah Filipina dan pemberontak belum mencapai kesepakatan gencatan senjata. Aksi penyerangan ini terjadi beberapa hari setelah pasukan pemerintah membunuh enam orang pemberontak di wilayah pegunungan yang sama.
Pemerintah Norwegia telah mengupayakan mediasi, membantu pemerinta Filipina untuk mengahiri aksi pemberontakan yang telah berlangsung selama 43 tahun. Upaya mediasi gagal setelah pemerintah Filipina menolak permintaan pembebesan anggota yang di tahan.
Juru bicara militer Pilipina Kolonel Miguel Puyao mengatakan, kelompok pemberontak menyerang iring-iringan tiga truk tentara yang sedang menuju ke markas besar mereka di Kiangan Kota.
Pembunuhan ini adalah kehilangan besar bagi tentara Filipina. Hanya dalam satu kali penyerangan, mereka harus kehilangan tentara dalam jumlah yang sangat besar.
"Selain 10 orang yang tewas, dua orang warga sipil juga menjadi korban penyerangan kelomok pemberontak New People's di sebuah desa, di propinsi Ifugao,” ujar Kepala Kepolisan Wilayah Utara Benjamin Magalong seperti dikutip Bellingham Herrald, Rabu (25/4/2012).
Hingga kini, pemeritah Filipina dan pemberontak belum mencapai kesepakatan gencatan senjata. Aksi penyerangan ini terjadi beberapa hari setelah pasukan pemerintah membunuh enam orang pemberontak di wilayah pegunungan yang sama.
Pemerintah Norwegia telah mengupayakan mediasi, membantu pemerinta Filipina untuk mengahiri aksi pemberontakan yang telah berlangsung selama 43 tahun. Upaya mediasi gagal setelah pemerintah Filipina menolak permintaan pembebesan anggota yang di tahan.
()