Geger, menteri Malaysia mundur dari kabinet

Senin, 12 Maret 2012 - 14:48 WIB
Geger, menteri Malaysia...
Geger, menteri Malaysia mundur dari kabinet
A A A
Sindonews.com - Menteri Urusan Perempuan, Keluarga dan Komunitas Malaysia, Shahrizat Abdul Jalil menyatakan mundur dari jabatannya pada 8 April mendatang. Shahrizat diberitakan tersandung korupsi anggaran proyek pengembangan peternakan sapi.

Shahrizat dan keluarganya dituduh telah menghabiskan uang negara sebanyak 250 ringgit Malaysia atau senilai Rp750 miliar untuk membeli sebuah kondominium di Singapura, sebuah Mercedes, dan membiayai liburan.

Namun Shahrizat membantah pengunduruan dirinya dikaitkan dengan dugaan korupsi kasus proyek peternakan yang dikelola suami dan ketiga anaknya itu. Pengunduran diri ini merupakan wujud tanggung jawabnya sebagai pejabat pemerintahan yang akan menyudahi masa jabatannya.

"Saya akan tetap menjadi kepala departemen perempuan partai berkuasa Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan koalisi pemerintah Barisan Nasional," ungkap Sharhrizat seperti dikutip dalam BBC.co.uk Senin (12/3/2012).

Skandal yang disebut "Cowgate" ini diperkirakan akan membuat Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menunda penyelenggaraan pemilu.

Cowgate merebak sejak tahun lalu. Sejak saat itu publik dan kelompok oposisi terus melakukan penekanan. Sebelum skandal ini terkuak, Sharizat seharusnya memperpanjang masa jabatanya, dan tidak mengakhiri masa jabatanya pada bulan April mendatang.

Berdasarkan sebuah hasil laporan tahunan badan audit nasional, proyek National Feedlot Center yang dikelola keluarga Shahrizat tidak mampu memenuhi target 40 persen pasokan daging sapi nasional pada 2010.

Kecurigaan mencuat ada penyalahgunaan pinjaman lunak dari negara untuk kepentingan pribadi pengelola, termasuk pembelian properti mewah di Malaysia dan Singapura.

Perdana Menteri Najib Razak mengatakan skandal ini sangat memalukan. Dia bersumpah akan memberantas korupsi dan saat ini kepolisian Malaysia tengah memeriksa tuduhan korupsi itu.

Semenatara, mengomentari keputusan salah satu menterinya, PM Najib mengatakan keputusan itu merupakan 'pengorbanan' salah satu anggota kabinetnya.

"Meski belum terdapat bukti telah melanggar hukum, namun karena proyek itu telah mengakibatkan kontroversi, dia memutuskan untuk mundur dari pemerintahan," kata Najib seperti dikutip kantor berita Bernama.
()
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
7 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved