AS bentuk tim khusus selidiki perdagangan

Rabu, 29 Februari 2012 - 14:18 WIB
AS bentuk tim khusus...
AS bentuk tim khusus selidiki perdagangan
A A A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) persiapkan kelompok khusus untuk melindungi ketidakadilan dalam perdagangan. Pemerintah AS mensinyalir ada pihak yang mencoba mendiskreditkan AS.

Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa dia telah membentuk sebuah kelompok khusus yang betugas untuk menyelidiki dan menindak sikap diskriminatif terhadap AS.

Langkah ini diambil oleh Obama, saat bisnis AS mengalami kerugian akibat praktek-praktek perdagangan yang tidak adil, khususnya Cina.

Sejumlah pembuat kebijakan di AS menuduh Beijing (Ibu Kota) telah menetapkan nilai tukar mata uang lebih rendah. Akibatnya, harga barang Cina lebih murah di pasaran asing dan hal ini sangat menguntungkan bagi Cina, dan membantu pertumbuhan eksportirnya.

Pusat Penyelangara Perdagangan Internasional ini dibentuk untuk menjamin berbagai aktifitas perdagangan yang dilakukan oleh AS. “Lembaga ini melakukan pemantauan dan penegakan hak-hak AS yang tertuang dalam kesepakatan perdagangan internasional, dan mengatur perdagangan domestik dan mendorong pertumbuhan ekspor nasional AS," ujar Obama seperti dikutip dalam BBC.co.uk Rabu (29/2/2012).

Obama mengatakan bahwa AS sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan setiap mitra dagangnya mematuhi kesepakatan dagang internasional. Dengan pembentukan unit ini diharapkan menjadi sebuah cara untuk menyelidiki dan melawan praktek perdangan yang tidak adil terhadap AS, termaksud Cina.

Hubungan perdagangan antara Cina dan AS terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi AS sedang melemah, sementara pertumbuhan ekonomi Cina terus meningkat, didukung dengan pertumbuhan ekspor dan industri.(azh)
()
Berita Terkini
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
9 menit yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
1 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
2 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
3 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved