Bandara Jalalabad dibom, 6 orang tewas

Senin, 27 Februari 2012 - 12:33 WIB
Bandara Jalalabad dibom,...
Bandara Jalalabad dibom, 6 orang tewas
A A A
Sindonews.com - Bandara Jalalabad Afghanistan jadi sasaran serangan teror bom. Serangan bom tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Taliban.

Polisi Afganistan mengatakan bahwa sebuah bom telah meledak di bandara Jalalabad, Afghanistan timur, akibat ledakan ini enam orang dilaporkan tewas sementara beberapa orang menderita luka-luka.

Polisi setempat, Obaidullah Talwar mengatakan bahwa sejumlah yang tewas dan korban yang terluka merupakan masyarakat sipil.

"Bom meledak di salah satu pintu gerbang bandara, bandara ini melayani penerbangan sipil dan militer internasional," ujar Talbar menjelaskan eperti dikutip BBC.co.uk, Senin (27/2/2012).

Sementara itu, kelompok militan Taliban mengklaim bahwa mereka adalah dalang dibalik aksi penyerangan ini.

Aksi serangan terjadi setelah beberapa hari aksi protes terhadap pembakaran Al-Quran di pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dekat Kabul pekan lalu. Sejumlah pejabat AS mengatakan bahwa salah seorang tentara mereka tidak sengaja melakukan aksi ini.(azh)

()
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
27 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved