Tiga penambang Siberia terjebak di bawah reruntuhan

Minggu, 19 Februari 2012 - 19:32 WIB
Tiga penambang Siberia...
Tiga penambang Siberia terjebak di bawah reruntuhan
A A A
Sindonews.com - Tiga penambang besi di Poteryayevsky, Kota Rubtsovsk, Altai, Siberia Selatan, terjebak reruntuhan sedalam 100 meter. Ketiganya terjebak sejak Minggu 19 Februari 2012 pagi, saat menjalankan kegiatan tambang.

Pusat Bantuan Pertolongan Daerah Siberia Selatan mengatakan, sampai saat ini ketiga buruh tambang itu masih melakukan upaya penyelamatan. Kendati sudah beberapa jam berada di bawah reruntuhan, kondisi ketiga penambang nahas itu masih baik-baik saja.

"Komunikasi dengan para penambang masih stabil, sampai saat ini mereka masih memiliki cadangan oksigen, untungnya reruntuhan ini tidak sampai meyebabkan kebakaran di bawah sana," ungkap petugas pertolongan seperti dikutip dalam Ria Novosti, Minggu (19/2/2012).

Sementara itu, aktivitas penggalian tambang telah dihentikan. Sebanyak 96 pekerja tambang telah dievakuasi dari luar tambang. Tim penyelamat mengatakan, mereka masih berjuang untuk membersihkan reruntuhan yang menutup jalan tambang. (san)
()
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved