Suriah gempur oposisi, 217 orang tewas

Sabtu, 04 Februari 2012 - 16:31 WIB
Suriah gempur oposisi,...
Suriah gempur oposisi, 217 orang tewas
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 217 orang tewas dalam serangan militer Pemerintah Suriah terhadap kelompok oposisi di Homs, pusat Ibu Kota Suriah. Serangan ini adalah serangan balasan.

Pemerintah Suriah melalukan serangan dengan mengunakan tank, artileri, dan mortir dalam serangan pagi hari di pemukiman Khaldiyeh. Serangan ini dimulai pada Jumat malam dan berlangsung sepanjang malam.

"Pemboman daerah Khaldiyeh di picu oleh aksi penyerangan yang dilakukan oleh tentara FSA (Free Syrian Army) terhadap pos pemeriksaan tentara Suriah dan menewaskan sekitar 10 tentara," ungkap Mysa Khalaf, reporter Al-Jazeera, seperti dikutip dalam Al-Jazeera, Sabtu (4/2/2012).

"Sejak tadi malam aktivitas pemboman berlangsung konstan di kota Khaldiyeh. Berapa gedung hancur, rumah sakit umum di Mesir kewalahan menampung para korban. Orang-orang terpaksa mendirikan klinik darurat di sebuah mesjid, dan mereka kehabisan persediaan darah."

Para pengawas hak asasi manusia dari Inggris yang berada di Suriah mengatakan, setidaknya 14 orang tentara pemerintah tewas dalam aksi bentrok melawan kelompok oposisi, 5 orang tentara FSA tewas dalam insiden ini. Sementara sebuah kelompok lain mengatakan, 217 orang tewas di kota Homs, dan 138 orang lain tewas di kota Khaldiyeh.

Pasukan pemerintah mengintensifkan penyerangan terhadap wilayah Khaldiyeh dan juga menargetkan wilayah Bab Tadmour, Bad Dreib, dan Karm el-Shami dan melakukan penyerangan terhadap wilayan tersebut secara bersamaan.

Seorang aktivis di Kota Homs, Hadi al-Abdallah, mengatakan tentara FSA telah menangkap 19 anggota pasukan keamanan pada hari sebelumnya.

Serangan ini terjadi saat Dewan Kemanan PBB tengah mempertimbangkan rancangan draft resolusi untuk Suriah.

Sementara, media barat melaporkan resolusi PBB untuk Suriah telah melunak, karena Rusia merasa keberatan dengan draft awal yang diajukan PBB. Di mana dalam draft baru ini tidak tertulis kalimat yang menyatakan Presiden Bashar al-Assad untuk mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya.

Tuntutan DK PBB menjadi lebih lunak dengan tulisan, "Pemerintah Suriah harus segera mengakhiri semua kekerasan yang menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia dan menghentikan aksi penyerangan dan memberikan hak mereka untuk berekspresi."

Berdasarkan data yang diperoleh PBB, akibat bentrokan berdarah di Suriah yang telah berlangsung selama sepuluh bulan, setidaknya 5.400 orang dinyatakan tewas akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh tentara militer Suriah.

Namun pihak berwenang menyangkal aksi ini dengan menuduh pembunuhan ini dilakukan oleh kelompok kekerasan yang didukung oleh Al-qaeda. Pemerintah Suriah mengklaim sebanyak 2.000 orang tewas dari pasukan militernya.
()
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
1 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
3 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
4 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
5 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
6 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved