Jepang dan Rusia jalin kerjasama, di tengah perselisihan wilayah perbatasan
Minggu, 29 Januari 2012 - 06:07 WIB
Jepang dan Rusia jalin kerjasama, di tengah perselisihan wilayah perbatasan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Jepang dan Rusia sepakat untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan keamanan. Sayangnya penguatan hubungan bilateral antara keduanya tidak menciptakan kemajuan atas sengketa teritorial atas pulau-pulau di timur laut Jepang.
Dalam kunjungan kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov ke Jepang menemui Menteri Luar Negeri Jepang, Koichiro Gemba. Dalam konfrensi persnya kedua belah pihak mengatakan, bahwa kedua negara membutuhkan cara yang lebih tenang untuk menyelesaikan masalah perbatasan teritorial antara kedua belah pihak.
Sengketa perbatasan ini terjadi di wilayah bagian selatan Rusia, di kepulauan Kuril yang berbatasan langsung dengan wilayah Jepang bagian utara. Kedua belah pihak berusaha mengecilkan masalah perbatasan yang timbul dengan mencoba fokus pada upaya peningkatan hubungan keduanya.
Dalam konfrensi pers tersebut Gemba mengatakan, "Ketika situasi keamanan di Asia-Pasifik mengalami perubahan besar, hubungan Jepang-Rusia telah diambil pada kepentingan baru," Seperti dikutip dalam Assosiated Press, Sabtu (28/1/2012).
"Kami menegaskan kembali bahwa kami ingin memperkuat kerjasama dalam bidang keamanan, pertahanan dan urusan ekonomi, khususnya modernisasi energi," ucapnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyambut baik adanya peningkatan volume perdagangan antara keduanya, dimana tahun lalu angka perdagangan mencapai 2.45 triliun yen ($31 billion).
Dalam pertemuan itu kedua belah pihak tidak mengumumkan proyek-proyek energi mereka secara spesifik. Mereka menandatangani prosedur untuk penyederhanakan prosedur visa sebagai upaya untuk meningkatkan turis dan interaksi bisnis, terutama dari Jepang ke Rusia. (wbs)
Dalam kunjungan kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov ke Jepang menemui Menteri Luar Negeri Jepang, Koichiro Gemba. Dalam konfrensi persnya kedua belah pihak mengatakan, bahwa kedua negara membutuhkan cara yang lebih tenang untuk menyelesaikan masalah perbatasan teritorial antara kedua belah pihak.
Sengketa perbatasan ini terjadi di wilayah bagian selatan Rusia, di kepulauan Kuril yang berbatasan langsung dengan wilayah Jepang bagian utara. Kedua belah pihak berusaha mengecilkan masalah perbatasan yang timbul dengan mencoba fokus pada upaya peningkatan hubungan keduanya.
Dalam konfrensi pers tersebut Gemba mengatakan, "Ketika situasi keamanan di Asia-Pasifik mengalami perubahan besar, hubungan Jepang-Rusia telah diambil pada kepentingan baru," Seperti dikutip dalam Assosiated Press, Sabtu (28/1/2012).
"Kami menegaskan kembali bahwa kami ingin memperkuat kerjasama dalam bidang keamanan, pertahanan dan urusan ekonomi, khususnya modernisasi energi," ucapnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyambut baik adanya peningkatan volume perdagangan antara keduanya, dimana tahun lalu angka perdagangan mencapai 2.45 triliun yen ($31 billion).
Dalam pertemuan itu kedua belah pihak tidak mengumumkan proyek-proyek energi mereka secara spesifik. Mereka menandatangani prosedur untuk penyederhanakan prosedur visa sebagai upaya untuk meningkatkan turis dan interaksi bisnis, terutama dari Jepang ke Rusia. (wbs)
()