Presiden Nigeria keukeuh tak mau subsidi minyak
Senin, 16 Januari 2012 - 13:06 WIB
Presiden Nigeria keukeuh tak mau subsidi minyak
A
A
A
Sindonews.com - Dialog antara Presiden Nigeria dan Serikat Buruh berakhir buntu. Dialog tersebut merupakan buntut dari aksi buruh yang menuntut pengembalian subsidi terhadap harga minyak nasional.
Dari awal hingga akhir dialog berlangsung Presiden Goodluck Jonathan tetap pada pendirian dan tidak menunjukkan tanda-tanda kompromi untuk mengembalikan subsidi harga minyak.
“Para buruh sampai pada sebuah kesimpulan bahwa kami akan tinggal di rumah dan akan meninggalkan jalanan, langkah ini diambil untuk memastikan bertambahkan jumlah korban yang tidak bersalah,” ungkap Pemimpin Kongres Partai Buruh Abdulwaheed Omar seperti di kutip dalam BBC Senin (16/1/2012).
Namun, Omar memperingatkan aksi yang protes nasional yang telah berlangsung sepekan yang lalu akan dilanjutkan pada hari ini, para pekerja minyak sepertinya akan bergabung dalam aksi protes yang dilakukan oleh buruh.
Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menyetop subsidi minyak di Nigeria pada 1 Januari lalu. Akibatnya harga minyal lokal naik sebesar dua kali lipat dari 65 naira menjadi 140 naira (1 naira=USD0.40).
Nigeria merupakan produsen minyak ke dua terbesar di Afrika, 80 persen pendapatan nasional Nigeria diperoleh dari minyak. Namun selama bertahun-tahun korupsi, buruknya manajemen pengelolaan untuk melakukan penyulingan minyak membuat Nigeria terpaksa menjadi negara pengimpor minyak.
Kenaikan harga minyak di Nigeria menjadi sebuah pukulan berat bagi penduduk Nigeria. Pasalnya sebagian besar penduduk Nigeria hidup dalam kemiskinan absolut dengan pendapatan harian kurang dari USD2 per hari.
Penghapusan dana subsidi BBM rencananya akan digunakan untuk meningkatkan biaya pembangunan infrastruktur yang dinilai masih minim dan meningkatkan nilai cadangan devisa nasional. Tahun lalu, Pemerintah menghabiskan dana sebesar USD8 miliar untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).(azh)
Dari awal hingga akhir dialog berlangsung Presiden Goodluck Jonathan tetap pada pendirian dan tidak menunjukkan tanda-tanda kompromi untuk mengembalikan subsidi harga minyak.
“Para buruh sampai pada sebuah kesimpulan bahwa kami akan tinggal di rumah dan akan meninggalkan jalanan, langkah ini diambil untuk memastikan bertambahkan jumlah korban yang tidak bersalah,” ungkap Pemimpin Kongres Partai Buruh Abdulwaheed Omar seperti di kutip dalam BBC Senin (16/1/2012).
Namun, Omar memperingatkan aksi yang protes nasional yang telah berlangsung sepekan yang lalu akan dilanjutkan pada hari ini, para pekerja minyak sepertinya akan bergabung dalam aksi protes yang dilakukan oleh buruh.
Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menyetop subsidi minyak di Nigeria pada 1 Januari lalu. Akibatnya harga minyal lokal naik sebesar dua kali lipat dari 65 naira menjadi 140 naira (1 naira=USD0.40).
Nigeria merupakan produsen minyak ke dua terbesar di Afrika, 80 persen pendapatan nasional Nigeria diperoleh dari minyak. Namun selama bertahun-tahun korupsi, buruknya manajemen pengelolaan untuk melakukan penyulingan minyak membuat Nigeria terpaksa menjadi negara pengimpor minyak.
Kenaikan harga minyak di Nigeria menjadi sebuah pukulan berat bagi penduduk Nigeria. Pasalnya sebagian besar penduduk Nigeria hidup dalam kemiskinan absolut dengan pendapatan harian kurang dari USD2 per hari.
Penghapusan dana subsidi BBM rencananya akan digunakan untuk meningkatkan biaya pembangunan infrastruktur yang dinilai masih minim dan meningkatkan nilai cadangan devisa nasional. Tahun lalu, Pemerintah menghabiskan dana sebesar USD8 miliar untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).(azh)
()