Iran menguji coba rudal jarak pendek di Selat Hormuz
Sabtu, 31 Desember 2011 - 22:00 WIB
Iran menguji coba rudal jarak pendek di Selat Hormuz
A
A
A
Sindonews - Setelah melakukan uji coba misil jarak menengah Shahab 1 dan 2 dengan jangkauan 300 sampai 700 km beberapa waktu lalu, kini Angkatan laut Iran kembali melakukan uji coba berbagai jenis rudal jarak pendek Tondar-69 dan Fateh-110 yang berdaya jangkau hingga 170 km dalam permainan perang di selat Hormuz.
"Pada uji coba kali ini, kami akan mencoba meluncurkan rudal jarak pendek ke berbagai arah permukaan laut dan udara untuk menguji kekuatan tembakan," ungkap Kepala Militer Mahmoud Mousavi dikutip dari AFP, Sabtu (31/12/2011).
Uji Coba ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan latihan Angkatan Laut Iran yang di mulai sejak 24 Desember 2011 dan akan berlangsung selama 10 hari. Pada hari Jumat 30 Desember 2011 lalu tentara Iran telah melakukan tes "rudal jarak jauh" yang ditembakkan dari pantai dan dari kapal.
Latihan militer ini sengaja dilakukan oleh pemerintah Iran untuk nmengantisipasi apabila negara barat benar-benar menjatuhkan sangsi pada Iran dengan menutup jalur distribusi minyak.
Kepala militer Iran mengatakan, hal "gampang" bagi mereka untuk menutup selat Hormuz. Ancaman Amerika Serikat yang menutup selat tidak akan ditoleransi, karena itu merupakan "perilaku irasional".
Iran telah menyatakan bahwa "tidak akan ada setetes minyak pun" yang bisa melewati selat Hormuz jika pemerintah barat benar-benar menindaklanjuti rencana sangsi atas program nuklir Iran.
Selama ini, berdasarkan informasi dari US Energy Administration Information, aktifitas pendistribusian migas di dunia 20 persen melalui selat Hormuz yang merupakan pintu masuk wilayah teluk. Hal itu yang membuat selat Hormuz menjadi "titik paling penting" di dunia.
Setidaknya 14 kapal tangker pengangkut minyak mentah melintasi selat sempit tersebut. Dan setiap kapal diperkirakan mengangkut paling tidak 17 juta barel.
Pada hari Kamis 29 Desember 2011, disinyalir ada pesawat AS dengan rudal jelajah melewati zona di mana angkatan laut Iran sedang melakukan latihan. Atas itu iran menempatkan Armada Kelima yang berbasis di Bahrain.
Meskipun tidak terjadi konfrontasi saat itu, namun pesawat tersebut berasil terekam video yang diambil dari kapal induk. Yang kemudian rekaman tersebut ditampilkan televisi negara.
Sejumlah Analis dan pedagang pasar minyak telah mengamati dengan hati-hati perkembangan seputar Selat Hormuz, perang urat syaraf yang dilakukan antara Teheran dan Washington yang terbuka tersebut dapat memicu ketakutan beberapa pihak.
Dengan semakin meningkatanya ketegangan di teluk tersebut, pihak Amerika menyatakan telah menandatangani kesepakatan memasok 84 jet tempur bernilai USD29,4 milar dengan Arab Saudi yang merupakan saingan Iran di Timur Tengah. Pihak Washington juga menyatakan penjualan merupakan "pesan kuat" untuk wilayah Teluk. (bro)
"Pada uji coba kali ini, kami akan mencoba meluncurkan rudal jarak pendek ke berbagai arah permukaan laut dan udara untuk menguji kekuatan tembakan," ungkap Kepala Militer Mahmoud Mousavi dikutip dari AFP, Sabtu (31/12/2011).
Uji Coba ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan latihan Angkatan Laut Iran yang di mulai sejak 24 Desember 2011 dan akan berlangsung selama 10 hari. Pada hari Jumat 30 Desember 2011 lalu tentara Iran telah melakukan tes "rudal jarak jauh" yang ditembakkan dari pantai dan dari kapal.
Latihan militer ini sengaja dilakukan oleh pemerintah Iran untuk nmengantisipasi apabila negara barat benar-benar menjatuhkan sangsi pada Iran dengan menutup jalur distribusi minyak.
Kepala militer Iran mengatakan, hal "gampang" bagi mereka untuk menutup selat Hormuz. Ancaman Amerika Serikat yang menutup selat tidak akan ditoleransi, karena itu merupakan "perilaku irasional".
Iran telah menyatakan bahwa "tidak akan ada setetes minyak pun" yang bisa melewati selat Hormuz jika pemerintah barat benar-benar menindaklanjuti rencana sangsi atas program nuklir Iran.
Selama ini, berdasarkan informasi dari US Energy Administration Information, aktifitas pendistribusian migas di dunia 20 persen melalui selat Hormuz yang merupakan pintu masuk wilayah teluk. Hal itu yang membuat selat Hormuz menjadi "titik paling penting" di dunia.
Setidaknya 14 kapal tangker pengangkut minyak mentah melintasi selat sempit tersebut. Dan setiap kapal diperkirakan mengangkut paling tidak 17 juta barel.
Pada hari Kamis 29 Desember 2011, disinyalir ada pesawat AS dengan rudal jelajah melewati zona di mana angkatan laut Iran sedang melakukan latihan. Atas itu iran menempatkan Armada Kelima yang berbasis di Bahrain.
Meskipun tidak terjadi konfrontasi saat itu, namun pesawat tersebut berasil terekam video yang diambil dari kapal induk. Yang kemudian rekaman tersebut ditampilkan televisi negara.
Sejumlah Analis dan pedagang pasar minyak telah mengamati dengan hati-hati perkembangan seputar Selat Hormuz, perang urat syaraf yang dilakukan antara Teheran dan Washington yang terbuka tersebut dapat memicu ketakutan beberapa pihak.
Dengan semakin meningkatanya ketegangan di teluk tersebut, pihak Amerika menyatakan telah menandatangani kesepakatan memasok 84 jet tempur bernilai USD29,4 milar dengan Arab Saudi yang merupakan saingan Iran di Timur Tengah. Pihak Washington juga menyatakan penjualan merupakan "pesan kuat" untuk wilayah Teluk. (bro)
()