Topan Harold Meluluhlantakkan Fiji di Tengah Ancaman Corona

Rabu, 08 April 2020 - 15:34 WIB
Topan Harold Meluluhlantakkan...
Topan Harold Meluluhlantakkan Fiji di Tengah Ancaman Corona
A A A
SUVA - Topan tropis yang dahsyat menghantam negara kepulauan di Pasifik Selatan, Fiji. Saksi mata mengatakan topan menghancurkan bangunan dan menimbulkan korban luka di Suva, Ibu Kota negara, menekan populasi yang tengah bersiap menghadapi wabah virus Corona.

Topan Harold, yang kekuatannya masuk dalam kategori lima tertinggi, melewati wilayah selatan Fiji pada Rabu (8/4/2020) tengah hari. Topan ini meratakan rumah-rumah dan memutus saluran komunikasi di negara kepulauan itu, yang telah memberlakukan pembatasan mobilisasi untuk mengendalikan virus COVID-19.

“Kami telah mendapatkan laporan korban cedera,” kata direktur Kantor Manajemen Bencana Nasional, Vasiti Soko, melalui sambungan telepon.

"Mengenai jumlah, serta intensitas, dari cedera, itu belum dipastikan," ia menambahkan.

"Tidak ada laporan langsung tentang kematian, tetapi sekitar 10 rumah di Suva dilaporkan hancur," sambungnya seperti dilansir dari Reuters.

Sejumlah gambar video dan foto yang beredar di media sosial terlihat banjir terjadi di sejumlah ruas jalan, angin kencang, dan bangunan-bangunan hancur di pulau utama negara itu. Namun gambar video dan foto-foto tersebut belum bisa diverifikasi kebenarannya.

"Para pejabat layanan darurat bergegas mengadakan kontak dengan pulau selatan Kapavu, setelah badai memutuskan komunikasi dengannya," ujar Soko.

Topan itu, yang telah menewaskan puluhan orang di Kepulauan Solomon sebelum menghancurkan bangunan di Vanuatu, diperkirakan akan sampai ke Tonga dalam beberapa hari, kata peramal cuaca.

Topan ganas itu telah memotong jalur melalui Pasifik, yang sudah dalam situasi siaga tinggi untuk menghadapi wabah virus Corona yang telah menginfeksi 1,4 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 82.000 jiwa.

Meskipun Fiji hanya memiliki 15 kasus infeksi dan tidak ada kematian, Perdana Menteri Frank Bainimarama telah melarang pertemuan tidak perlu yang dihadiri lebih dari 20 orang, di antara aturan penertiban lainnya.

Bainimarama mendesak semua warga Fiji untuk tinggal di dalam rumah kecuali disuruh mengungsi.

"Pusat evakuasi kami aman, mereka dibersihkan dan dipantau untuk memastikan mereka tidak melebihi kapasitas," katanya dalam dalam postingan di media sosial.

"Mereka yang berada di bawah karantina karena ancaman virus Corona tidak akan bercampur dengan orang lain," imbuhnya.
(ian)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Hindari COVID-19, Salah...
Hindari COVID-19, Salah Satu Pendiri Google Ngumpet di Pulau Fiji
Fiji Wajibkan Vaksinasi...
Fiji Wajibkan Vaksinasi COVID-19: 'Tak Ada Suntikan, Tak Ada Pekerjaan!'
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Covid-19 di DKI Jakarta...
Covid-19 di DKI Jakarta Meningkat, Iklim Pancaroba jadi Salah Satu Penyebabnya
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Berita Terkini
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
1 jam yang lalu
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
6 jam yang lalu
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
6 jam yang lalu
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
8 jam yang lalu
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved