China: Beijing-Washington Seharusnya Bekerjasama Perangi Covid-19

Senin, 06 April 2020 - 21:24 WIB
China: Beijing-Washington...
China: Beijing-Washington Seharusnya Bekerjasama Perangi Covid-19
A A A
WASHINGTON -

Duta Besar China untuk Amerika Serikat (AS), Cui Tiankai menyerukan kerjasama antara Beijing dan Washington untuk memerangi pandemi Covid-19. Dia mengatakan, ini adalah waktu untuk solidaritas, kolaborasi dan dukungan timbal balik.

"Mari kita akui ada pembicaraan tidak menyenangkan antara negara-negara kita tentang penyakit ini. Tetapi, ini bukan saatnya untuk menunjuk dengan jari. Ini adalah waktu untuk solidaritas, kolaborasi dan dukungan timbal balik," kata Cui, seperti dilansir Xinhua pada Senin (6/4/2020).

"Kami akan selalu ingat bahwa di hari-hari kami yang paling sulit, teman-teman kami di banyak tempat, banyak dari mereka orang Amerika, banyak dari mereka warga New York, menawarkan bantuan kepada kami. Kami siap sekarang untuk membalas kebaikan mereka dan membantu mereka membuat itu melalui juga," sambungnya.

Cui mencatat bahwa China melakukan apa saja untuk mendukung negara-negara terkait yang membutuhkan, termasuk AS. Dia menuturkan, China memfasilitasi pembelian peralatan perlindungan pribadi pemerintah AS yang dibuat di China.

"Memang, pabrik beroperasi sepenuhnya untuk memenuhi pesanan pasokan medis dari Negara Bagian New York dan bagian lain Amerika. Pemerintah provinsi dan kota China bergegas membantu saudara-saudara mereka dan kota-kota di Amerika juga. Dan sumbangan mengalir dari sektor bisnis negara itu, " ungkapnya.

Cui menyarankan, China dan AS melakukan upaya bersama untuk mengalahkan pandemi. Dia mengatakan, Beijing dan Washington perlu memimpin upaya internasional dalam penelitian kolaboratif dalam perawatan dan vaksin, dan mengeksplorasi berbagi teknologi farmasi di antara negara-negara.

Dia menyebut, baik China dan AS perlu membantu negara-negara dengan sistem medis yang kurang berkembang dan berkontribusi pada tata kelola kesehatan global yang lebih baik.

Dirinya juga menyerukan kedua negara meningkatkan koordinasi kebijakan makroekonomi kami untuk menstabilkan pasar, memastikan pertumbuhan dan mata pencaharian masyarakat dan menjaga rantai industri dan pasokan global tetap terbuka, stabil dan aman.

Sementara itu, dia memperingatkan agar tidak mengipasi rasisme dan xenofobia serta mengambinghitamkan negara atau ras lain saat ini, ketika solidaritas sangat penting.

"Keparahan seperti itu tidak hanya akan melemahkan kerja sama antara negara-negara kita, tetapi juga menabur benih kecurigaan dan konfrontasi yang dapat menempatkan bangsa kita dan bahkan dunia, dalam bahaya besar dari virus pelarian ini dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Dubes China: Kami Korban,...
Dubes China: Kami Korban, Bukan Penyebab Virus Corona
Intelijen AS: Virus...
Intelijen AS: Virus COVID-19 Bukan Buatan Manusia
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Misteri Virus Corona,...
Misteri Virus Corona, Diriset China Didanai AS
Menlu AS Ribut dengan...
Menlu AS Ribut dengan Wartawan Soal Asal Virus COVID-19
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Berita Terkini
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
4 menit yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
50 menit yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
1 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved