IMF Sebut Krisis Pandemi Covid-19 Seperti Perang

Kamis, 02 April 2020 - 14:20 WIB
IMF Sebut Krisis Pandemi...
IMF Sebut Krisis Pandemi Covid-19 Seperti Perang
A A A
WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut krisis pandemi Covid-19 terasa seperti perang, dan dalam banyak hal memang demikian. Covid-19 sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 900 ribu orang dan menewaskan lebih dari 40 ribu orang.

“Orang-orang sekarat. Profesional medis ada di garis depan. Mereka yang berada di layanan penting, distribusi makanan, pengiriman, dan utilitas publik bekerja lembur untuk mendukung upaya tersebut," kata IMF.

"Kemudian ada tentara tersembunyi, yakni mereka yang memerangi epidemi terkurung di rumah mereka, tidak dapat berkontribusi penuh pada produksi," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (2/4/2020).

IMF menyebut, dalam perang, pengeluaran besar-besaran untuk persenjataan merangsang kegiatan ekonomi dan ketentuan khusus memastikan layanan penting. Tapi, jelas IMF, dalam krisis ini, banyak hal yang lebih rumit, tetapi fitur umum adalah peran yang meningkat untuk sektor publik.

Badan itu kemudian mengeluarkan rincian bagaimana pembuat kebijakan perlu bereaksi terhadap virus Corona, menyoroti bahwa ada dua fase kunci untuk pandemi.

Fase 1 terdiri dari perang, di mana langkah-langkah mitigasi dilakukan, seperti penguncian luas yang membatasi orang ke rumah mereka, sangat membatasi kegiatan ekonomi. IMF memperkirakan ini akan berlanjut selama tiga hingga enam bulan.

Fase 2 adalah pemulihan pasca-perang. Di mana, setelah Covid-19 terkendali, apakah itu dengan vaksin, kekebalan tubuh sebagian orang meningkat, atau bentuk penahanan yang kurang signifikan, ekonomi dapat mulai kembali berfungsi normal.

"Keberhasilan langkah pemulihan akan sangat tergantung pada kebijakan yang diambil selama krisis. Pembuat kebijakan perlu memastikan bahwa semua pemain dalam ekonomi selamat dari krisis ekonomi yang disebabkan oleh coronavirus. Ini termasuk pekerja yang mempertahankan pekerjaan mereka, pemilik rumah dan penyewa yang tinggal di rumah mereka, bisnis yang tidak jatuh pailit, dan memelihara jaringan perdagangan dan bisnis," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Dubes China: Kami Korban,...
Dubes China: Kami Korban, Bukan Penyebab Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Misteri Virus Corona,...
Misteri Virus Corona, Diriset China Didanai AS
Intelijen AS: Virus...
Intelijen AS: Virus COVID-19 Bukan Buatan Manusia
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Berita Terkini
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
49 menit yang lalu
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
1 jam yang lalu
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
2 jam yang lalu
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
3 jam yang lalu
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
4 jam yang lalu
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
4 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved