Polisi Australia Awasi Pembatasan Pergerakan Warga Selama 90 Hari

Kamis, 02 April 2020 - 09:19 WIB
Polisi Australia Awasi...
Polisi Australia Awasi Pembatasan Pergerakan Warga Selama 90 Hari
A A A
SYDNEY - Otoritas Australia mengerahkan kepolisian selama 90 hari untuk mengawasi penerapan pembatasan pergerakan warga demi memperlambat penyebaran virus corona.

Kapal-kapal pesiar masih dilarang masuk ke pelabuhan negara itu. Sejumlah negara bagian Australia telah memerintahkan polisi mengeluarkan denda hingga USD6.672 pada orang yang melanggar perintah federal yang melarang perjalanan tak penting dan membatasi orang yang berkumpul di luar ruangan hanya dua orang.

Di New South Wales (NSW) dengan populasi 25 juta jiwa, polisi juga mengancam hukuman penjara hingga enam bulan jika ada warga yang melanggar aturan itu.

“Kapan periode untuk perintah ini? 90 hari,” ungkap Kepala Kepolisian Mick Fuller di Sydney.

“Warga akan mendapat pesan, harapannya. Kami tidak bicara tentang kekuasaan, kami akan bicara tentang seperti apa ini,” ujar dia.

Kepolisian di NSW dan negara bagian lain telah mengeluarkan tiket untuk orang yang dituduh melanggar perintah itu.

Para pejabat di negara bagian Victoria menyatakan pengawasan polisi pada aturan social distancing (jarak sosial) mungkin berlaku hingga Juni.

Seperti di negara lain, Australia memerintahkan penutupan restoran, cafe, bar, bioskop, dan memerintahkan warga tetap di dalam rumah kecuali mereka berbelanja makanan atau olah raga untuk mengatasi penyakit Covid-19.

Sejauh ini 5.200 orang terinfeksi di Australia dan 23 orang meninggal dunia.

Kebijakan pembatasan itu memukul ekonomi lokal, sehingga ratusan ribu orang tak dapat bekerja dan merugikan para investor.

Bursa saham Australia turun 3% pada Kamis (2/4) setelah penurunan di Wall Street, saat pejabat kesehatan AS memproyeksikan ratusan ribu orang dapat meninggal dunia akibat wabah itu.
(sfn)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Pria Bernama Wuhan Ini...
Pria Bernama Wuhan Ini Namai Bayinya dengan Kota Asal COVID-19
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
9 menit yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
1 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
2 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
3 jam yang lalu
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
4 jam yang lalu
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
4 jam yang lalu
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved