Pakar: Terus Terapkan Sanksi ke Iran Adalah Langkah Tak Manusiawi

Minggu, 29 Maret 2020 - 06:30 WIB
Pakar: Terus Terapkan...
Pakar: Terus Terapkan Sanksi ke Iran Adalah Langkah Tak Manusiawi
A A A
NEW DELHI - B.R. Deepak dari Pusat Studi China dan Asia Tenggara di Universitas Jawaharlal Nehru, India, mengatakan, memberlakukan sanksi baru terhadap Iran, yang merupakan salah satu negara yang paling terpukul oleh virus Corona, adalah sikap tidak peka dan tidak manusiawi. Amerika Serikat (AS) diketahui masih dan bahkan kembali memberlakukan sanksi baru terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada pertengahan Maret lalu mengumumkan sanksi baru terhadap sembilan entitas atas tuduhan melakukan bisnis dengan tiga orang yang masuk daftar hitam di industri minyak Iran, tak lama setelah Teheran menyerukan Washington untuk mencabut pembatasan ekonomi karena itu mencegah Teheran menanggapi wabah Covid-19 secara memadai.

Dia percaya bahwa hukuman yang dijatuhkan kepada Iran oleh administrasi Donald Trump akan mengintensifkan konsekuensi pada kehidupan warga negara, karena hal itu akan semakin membatasi kemampuan negara untuk membiayai impor, termasuk dukungan medis dan pasokan, yang mengancam kehidupan manusia.

"Pandemi seperti Corona tidak memiliki batas. Itu tidak melihat perbedaan antara yang kuat dan yang lemah. Memberi sanksi pada tahap ini tidak manusiawi," ucap Deepak, seperti dilansir Sputnik.

"Kita sekarang dapat mengatakan bahwa China telah menang atas virus Corona, karena tidak ada kasus baru yang terdeteksi di negara itu dalam beberapa hari terakhir. Dunia harus belajar dari China," sambungnya.

Deepak menuturkan, kebijakan sanksi ini merupakan perpanjangan dari kontes hegemonik yang telah berlangsung selama beberapa waktu dan China telah menantang hegemoni AS selama bertahun-tahun dan bahkan menghancurkannya.

Dirinya mencatat bahwa kolaborasi dengan komunitas internasional, terutama India dan China, untuk melawan virus Corona adalah apa yang dibutuhkan saat ini. Dia mengakui bahwa pengalaman Beijing dalam menangani virus secara efektif akan bermanfaat bagi semua negara di dunia.

Kasus-kasus Covid-19 yang menjamur di Asia Selatan telah menjadi perhatian utama, khususnya bagi negara-negara miskin yang telah berjuang dengan populasi tinggi dan status sosial ekonomi rendah di tingkat regional. Dia khawatir bahwa mungkin diperlukan beberapa generasi bagi negara-negara ini untuk pulih dari dampak penyebaran virus.

“Kolaborasi semua negara di dunia harus berbagi informasi, mengembangkan prosedur untuk menangani wabah. China memiliki kepentingan yang sangat besar karena telah mengkarantina populasi yang besar. Ini adalah waktu yang tepat bagi negara untuk mengubur perbedaan mereka dan menangani pandemi," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
29 menit yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
1 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
2 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
3 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
4 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved