Houthi Klaim Virus Corona Merebak di Yaman, Pemerintah: Tuduhan Bodoh

Sabtu, 28 Maret 2020 - 14:36 WIB
Houthi Klaim Virus Corona...
Houthi Klaim Virus Corona Merebak di Yaman, Pemerintah: Tuduhan Bodoh
A A A
SANAA - Pemerintah Yaman membantah klaim yang dibuat kelompok pemberontak Houthi yang menyebut virus Corona telah merebak di distrik Hajjah di barat laut Ibu Kota Sanaa.

Menteri Informasi Yaman, Muammar Al Iryani mengatakan, pejabat kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mendaftarkan satu pun kasus virus Corona atau mengobati penderita COVID-19.

Ia menyebut klaim yang dilontarkan oleh Houthi adalah bentuk perang politik dan psikologis terhadap Yaman untuk menjalani proyek obskurantis yang berasal dari Iran.

"Pernyataan tidak bertanggung jawab dan tuduhan bodoh yang dikeluarkan oleh pemimpin milisi Houthi ini mengungkapkan tingkat kejatuhan moral dan upaya mereka untuk membawa pandemi global ke dalam konteks konflik," kata al Iryani seperti dilansir dari The National, Sabtu (28/3/2020).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyerukan gencatan senjata global untuk mencegah perang menghalangi pertempuran melawan virus Corona yang telah menyebar ke lebih dari 100 negara. Virus yang diberinama menginfeksi setidaknya 597.607 orang dan menewaskan sedikitnya 27.371. Diperkirakan 133.377 orang yang memiliki penyakit sejauh ini telah pulih.

Pemerintah Yaman dan badan-badan bantuan internasional telah menyatakan kekhawatirannya pada tingkat kesiapsiagaan di wilayah yang dibinasakan oleh perang selama lima tahun itu terhadap pandemi virus Corona.

Kementerian Kesehatan Yaman bergegas mengirim staf medis ke Aden untuk menjalani pelatihan guna mendiagnosis dan merawat pasien virus Corona sebelum kembali ke provinsi mereka untuk mempersiapkan kemungkinan kedatangan virus.

Kebanyakan mereka yang terkena virus Corona mengalami gejala mirip flu ringan. Namun, mereka yang telah menderita sakit bawaan atau kekurangan kekebalan sangat berisiko.

Sementara diyakini bahwa orang yang lebih muda kurang berisiko dibandingkan mereka yang berusia di atas 70 tahun, beberapa negara telah melaporkan sejumlah besar orang di bawah 50 tahun dirawat di rumah sakit untuk perawatan kritis dan juga meninggal karena Covid-19.
(ian)
Berita Terkait
Houthi Yaman Laporkan...
Houthi Yaman Laporkan Kasus Corona Pertama, Warga Somalia Meninggal
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Covid-19 di DKI Jakarta...
Covid-19 di DKI Jakarta Meningkat, Iklim Pancaroba jadi Salah Satu Penyebabnya
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Berita Terkini
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
15 menit yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
1 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
2 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
2 jam yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
3 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
5 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved